https://www.batamnews.co.id

Wali Kota Rudi Minta Jangan Ada Isu Negatif soal Vaksin Sinovac

Sosialisasi vaksinasi Covid-19 di Engku Putri, Batam. (Foto: Margaretha/batamnews)

Batam - Vaksinasi Covid-19 yang akan dimulai pekan ini, mulai disosialisasikan Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau.

Sosialiasi tersebut dihelat di Panggung Utama Dataran Engku Puteri, Batam Center, Kota Batam pada Senin (11/1/2020).

Pada tahap awal, vaksin yang akan disuntikkan ke kalangan tenaga medis merupakan vaksin buatan Sinovac, China.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan vaksin produksi Sinovac itu cocok digunakan di Indonesia yang beriklim tropis.

"Artinya tidak ada sia-sia dibawa ke Batam," ujarnya usai sosialisasi vaksinasi Covid-19.

Dengan sosialisasi ini, Rudi berharap seluruh FKPD bisa menjelaskan kepada masyarakat Kota Batam, kenapa vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia, khususnya Batam agar tidak ada isu negatif yang beredar.

Ia menyebutkan sesuai surat Mendagri yang akan divaksin adalah tenaga medis. Sehingga diharapkan tidak ada warga yang protes ada yang divaksin dan ada yang belum.

"Kita di daerah saya mohon, apa yang menjadi keputusan pusat kita ikuti," kata dia. 

Sementara itu, Dokter Spesialis Paru, dr Widya Sri Hastuti memaparkan cara membuat vaksin Covid-19, bahwa berdasarkan penelitian vaksin itu diambil berasal dari Covid-19 itu sendiri. 

"Ada yang mengambil badannya, ada yang mengambil bagian kapsulnya, ada yang mengambil bagian di dalamnya,” ujarnya.

Vaksin tersebut kemudian dijadikan antibodi. Salah satu yang dicontohkan adalah vaksin yang dijadikan program pemerintah, yakni Sinovac.

"Vaksin ini disebut vaksin in active," katanya.

Kelebihan vaksin in active ini adalah yaitu diambil dari seluruh bagian dari virus, imunnya akan semakin tinggi. 

Sehingga antibodi yang dihasilkan akan semakin banyak, dibandingkan kalau yang diambil hanya beberapa bagian dari virus itu sendiri.

Akan tetapi vaksin Sinovac bukannnya tidak memilki kekurangan. Vaksin ini lebih sulit dibuat karena, 1 ekor virus hanya bisa untuk 1 vaksin. Berbeda kalau hanya mengambil bagian-bagiannya, 1 ekor virus bisa untuk beberapa vaksin.

"Tempat penyimpanan yang in aktif ini bisa di suhu 2 sampai 8 derajat celcius. Mungkin pertimbangan inilah yang diambil pemerintah. Karena lebih mudah distribusinya melihat demografi Indonesia," jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini seluruh dunia rebutan untuk mendapatkan vaksin dan sistem pembeliannya dengan memesan terlebih dahulu.

"Itu sebabnya vaksinasi tak bisa serentak. Seluruh dunia memakai Sinovac," kata dia.

(ret)