Solusi Wakil Wali Kota Amsakar Achmad Tangani Limbah Minyak Hitam di Batam

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad ikut bergotong royong membersihkan limbah minyak di Pantai Nongsa. (Foto: ist)

Batam - Limbah minyak hitam (sludge oil) terus menghantui perairan Batam, Kepulauan Riau. Saban tahun, pencemaran laut akibat limbah ini terus terjadi.

Terkini, limbah minyak hitam mencemari kawasan pesisir timur Batam, tepatnya di Nongsa.

Menurut, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad harus ada Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menangani limbah minyak hitam (sludge oil). 

“Saya dah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk menyusun SOP tersebut,” ujar Amsakar usai ikut membersihkan limbah minyak hitam di Nongsa, Sabtu (9/1/2021). 

Ia juga akan membentuk petugas khusus dengan melibatkan pihak terkait mengecek kandungan yang ada dalam limbah tersebut.

"Karena ini (limbah minyak) sudah berlangsung lama, setiap musim utara datang, pasti terjadi," katanya.

Sebelumnya, Mayor Halilintar, Kepala Kantor SPKKL Teluk Mata Ikan menyampaikan limbah tersebut berasal dari kapal tanker yang terbalik.

“Tapi kami juga dari Bakamla tentunya akan memantau tumpahan minyak itu dari mana, dan kalau misalnya tumpahan itu berasal dari pelanggar seperti kapal-kapal yang memang sengaja membuang, baru kami tindak,” ucap Halilintar.

Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie juga meyakini pencemaran itu berasal dari area alur kapal. Hal ini berdasarkan oleh modeling backtracking tumpahan minyak pada tanggal 3 Januari 2021. 

“Dari hasil modeling 3 hari ke belakang menunjukkan minyak berasal dari area alur kapal,” ujar Herman, Selasa (5/1/2021).

(ret)
SHARE US :