Misa Natal di Gereja Santo Petrus Batam Hanya Diikuti Ratusan Jemaat

Misa Natal di Gereja Santo Petrus Batam yang tidak seramai tahun lalu karena pandemi Corona. (Foto: Yude/batamnews)

Batam - Pelaksanaan misa Natal di Gereja Katolik Santo Petrus, Batam, Kepulauan Riau pada tahun ini, terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebelum memasuki pandemi Corona, perayaan Natal di gereja tersebut selalu dipadati jemaat. Tak hanya di dalam gereja, jemaat bahkan rela beribadah di halaman.

Namun hal seperti itu tidak lagi terlihat di tahun ini. Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) Gereja Santo Petrus, Jacobus Tandiono mengatakan, biasanya jemaat Misa Natal ini bisa mencapai 3.000 orang jemaat.

“Sekarang kami batasi sampai 350 orang jemaat saja. Dulu kami sampai di luar pasang tenda, nggak ada tempat parkir. Sekarang kita sangat berupaya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, Jumat (25/12/2020).

Untuk ke-350 jemaat itu kata Jacobus, adalah jemaat yang terdaftar di komunitas basis gereja. 

“Kalau tidak terdaftar kami tolak, karena kita tak ingin ambil risiko. Tapi kalau ada sisa tempat kami berikan ke orang lain, tapi tetap harus mendaftar, kita catat nama, alamat dan nomor telepon,” katanya.

Selain itu, tidak semua umur yang bisa mengikuti misa kali ini. “Syarat lainnya, umur di bawah 12 tahun dan di atas 65 tahun tak boleh ikut misa, karena rentan,” ungkap Jacobus.

Di hari Natal ini, Jacobus juga berpesan kepada seluruh umat agar bisa bekerjasama dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Saya mengucapkan kepada seluruh umat Kristiani, selamat Natal. Dengan datangnya Juru Selamat, juga akan membawa keselamatan bagi di dunia ini,” tuturnya.

(ude)