Remaja Natuna Pengidap Infeksi Tulang Sukses Jalani Operasi di Batam

Remaja Natuna Pengidap Infeksi Tulang Sukses Jalani Operasi di Batam

Additia, remaja Natuna yang mengalami infeksi tulang saat dirawat di RSUD Embung Fatimah, Batam. (Foto: Yanto/batamnews)

Dodo

Batam - Adittia Sulta (16), remaja asal Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau yang mengalami infeksi tulang di bagian kaku kini bisa bernapas lega. 

Dia sudah menjalani operasi tahap pertama di RSUD Embung Fatimah Batam setelah dirujuk dari Ranai, belum lama ini.

Seperti diketahui, Adittia mengalami infeksi setelah sempat mengalami kecelakaan yang berakibat pada remuknya tulang di bagian kaki.

Setelah menjalani operasi di RSUD Natuna, dokter menyarankan untuk segera membawa Adittia ke Batam untuk menjalani pengobatan lanjutan. 

Namun ketiadaan biaya, membuat keluarga Adittia harus pasrah dan mengurungkan niatnya membawa remaja itu berobat ke Batam. 

Kini Adittia telah dibawa ke Batam dan berhasil menjalani operasi tulang tahap pertama. Kondisi kesehatannya juga berangsur angsur mulai membaik. 

Supardi, orangtua Adittia mengatakan bahwa kondisi anaknya saat ini sudah membaik dan baru saja selesai operasi tahap pertama kemarin. 

"Dokter berencana melakukan operasi dalam dua tahap. Karena melihat kondisi luka di kaki Adit yang sudah parah. Untuk itu kemungkinan kami berada di Batam bisa selama satu sampai dua bulan ke depan," ungkap Supardi melalui sambungan telepon pada Sabtu (12/12/2020). 

Supardi mengucapkan rasa terimakasih atas kepedulian masyarakat Natuna yang telah membantunya sehingga dirinya dan Adittia bisa berangkat dan menjalani pengobatan ke Batam. 

"Hari ini rencananya kita sudah diperbolehkan keluar dari RSUD Embung Fatimah, dan Alhamdulillah sudah disiapkan rumah singgah oleh pihak FKPS, jadi kami pun sangat berterimakasih " ujar Supardi. 

Wakil Ketua Forum Kita Peduli Sesama (FKPS) sekaligus Kepala Puskesmas Ranai, Nazri di tempat yang berbeda menjelaskan bahwa, seluruh pengeluaran pasien selama di tempat rujukan menjadi tanggung jawab FKPS.

"Kita telah mengirim satu orang perawat pendamping dari FKPS untuk mendampingi pihak pasien selama di Batam. Rumah singgah pun kita sediakan. Jadi pihak keluarga tidak perlu khawatir," kata Nazri. 

Dia berharap, semua pasien yang dibantu FKPS dirujuk keluar Natuna bisa mendapatkan pengobatan yang maksimal dan kembali dalam keadaan sehat. 

"Hanya itu yang bisa kita perbuat," tutup Nazri. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :