Twitter Pertegas Larangan Pengguna Cuitkan soal SARA

Twitter Pertegas Larangan Pengguna Cuitkan soal SARA

Twitter.

Jakarta - Twitter kembali mempertegas aturan mengenai cuitan. Salah satunya dalam kategori ujaran kebencian. Hal itu ditunjukkan dengan perluasan isi cuitan yang dianggap masuk sebagai perilaku kebencian di Twitter.

 

Dikutip dari blog resmi perusahaan, Kamis (10/12/2020), beberapa kategori ujaran kebencianseperti merendahkan ras, suku, atau kewarganegaraan. Untuk itu, perusahaan mengatakan tweet yang diduga melanggar aturan ini akan dihapus apabila telah dilaporkan.

"Penelitian menunjukkan, bahasa yang merendahkan dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata, dan kami ingin memastikan lebih banyak orang terlindungi," tulis akun resmi Twitter Indonesia.

Kebijakan ini merupakan perluasan dari aturan mengenai penyebaran kebencian yang diumumkan Juli 2019. Ketika itu, perusahaan mengatakan cuitan yang tidak menghormati pengguna lain, berdasarkan agama dan kasta, merupakan aksi penyebaran kebencian.

Kemudian pada Maret 2020 lalu, peraturan ini kembali diperluas dengan mengikutsertakan kategori bahasa yang merendahkan umur, disabilitas, atau penyakit.

"Kami juga akan terus mengungkapkan konten yang berpotensi melanggar melalui deteksi dan otomatisasi yang bersifat proaktif," tulis perusahaan dalam situsnya.

 

Twitter juga mengatakan apabila sebuah akun melanggar peraturan berulang kali, pihaknya dapat mengunci sementara atau menangguhkan akun tersebut.

Sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan ini, Twitter mengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan para ahli agar bisa menjaga lebih banyak orang merasa aman. Selain itu, perusahaan juga menerima masukan dari berbagai komunitas dan budaya di seluruh dunia.

(fox)