Dibangun 3 Trase, Akhirnya Pemancangan Titik Awal Jembatan Batam-Bintan Dilakukan

Dibangun 3 Trase, Akhirnya Pemancangan Titik Awal Jembatan Batam-Bintan Dilakukan

Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar melakukan pemancangan di titik awal lokasi landing point proyek Jembatan Babin, Selasa (1/12) di Kabil, Batam. (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) segera dimulai tahun 2021. Pemancangan titik awal landing point pembangunan jembatan dilakukan Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharudin di kawasan Kabil, Kota Batam, Selasa (1/12/2020). Jembatan Batam-Bintan nantinya akan punya panjang total 6,97 Kilometer.

Bahtiar mengatakan, titik koordinat jembatan ini sudah dipastikan setelah melakukan rapat koordinasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan.

Seperti diketahui, jembatan ini terdiri dari 3 trase. Trase 1 menguhubungkan Pulau Batam-Pulau Tanjungsauh sepanjang 2,17 Km. Trase 2 yang terpanjang menghubungkan P. Tanjungsauh-P. Buau (3,9 Km) dan Trase 3 yakni P Buau ke Pulau Bintan (0,9 Km).

Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran di APBN 2021 sebesar Rp8,6 triliun untuk merealisasikan jembatan ini.

 

Pemancangan titik awal landing point Jembatan Babin.

“Untuk tinggi jembatan sudah dipastikan, Batam-Sauh tinggi 20 meter, lalu Sauh ke Buau dan Bintan memiliki tinggi 40 meter,” kata dia.

Bahtiar menyampaikan tinggi jembatan disesuaikan agar Kapal KRI dapat melewatinya. “Kita tidak bisa jadikan patokan Jembatan Suramadu ataupun Ambon, karena Batam berbatasan dengan negara lain,” jelasnya.

“Kedepan (terkait anggaran) bisa juga melibatkan investor asing atau PMA, tidak menutup kemungkinan. Kita hari ini ingin membuat sejarah yang belum terselesaikan selama ini. Hari ini kita menentukan yang didiskusikan dan belum selesai-selesai,” ujar Bahtiar.

Pada kesempatan itu, mereka melakukan simbolis pemancangan tiang. Sementara, kelanjutan pembangunan, nantinya direncanakan, dilakukan tahun 2021.

“Ini lahan BP Batam, dan BP mendukung. Bahkan kalau kurang, BP siap membantu lahan,” ungkap Bahtiar.

 

Pembangunan impian sejak 20 tahun

Pada kesempatan itu, Bahtiar menyampaikan, peresmian dan penetapan titik, merupakan rencana pembangunan yang dimimpikan selama 20 tahun.

Pihaknya bersama perwakilan Kementerian PUPR, Navigasi, Pemko, Pemprov, Polda dan TNI, sudah meninjau ini rencana pembangunan Jembatan Babin.

“Sudah menggelar rapat dengan PUPR, yang sebelumnya tidak selesai-selesai, titiknya dari mana. Hasilnya, kita putuskan mulai. Kalau kebanyakan diskusi, tak jadi. Makanya saya minta mulai,” tegas Bahtiar.

 

Semua kapal bisa melintasi bawah jembatan

Terkait jembatan ini dikatakannya, semua kapal bisa lewat. "Ini penting, karena kita berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia,” kata Dirjen Polpum Kemendagri ini.

 

Menurutnya, ke depan jembatan ini akan memberi dampak ekonomi besar bagi bangsa ini. Jembatan ini tak hanya menyambung pulau-pulau, tetapi juga menyambung kehidupan masyarakat.

“Kita ingin ketika disambung, kehidupan ekonomi masyarakatnya juga tersambung. Jadi apa yang berlaku disini berlaku pulau sebelah. Kalau bisa kita lakukan, saya sudah menyiapkan surat terbaik untuk dilaporkan ke Bapak Presiden. Termasuk tim yang dibentuk melancarkan kegiatan ini,” harapnya.

Bahtiar juga menyampaikan bahwa pembangunan itu juga menjadi pilot project, dalam penyelesaian masalah lahan. Pihaknya juga sudah membentuk Satgas untuk mengawal, mulai dari BPN, TNI, Navigasi, Polri, Pemprov dan lain-lain.

Ia berharap tim ini bisa mengawal proses pembangunan jembatan. Dengan demikian, ditegaskan jika kedepan, tidak ada lagi transaksi lahan diatas lahan. “Jadi kalau ada transaksi, akan berurusan dengan Kapolda,” terangnya.

 

Ditargetkan selesai 2-3 Tahun

Diharapkan, pembangunan itu menjadi kebanggaan RI. Ini juga menunjukkan konsistensi dalam pembangunan. Diharapkan, kedepan, pembangunan bisa selesai dalam waktu dua atau tiga tahun.

“Kalau kita konsisten, bisa selesaikan 2 tahun dan paling lama 3 tahun. Sehingga pemulihan ekonomi, bisa dimulai dari sini,” harap dia.

 

Direncanakan pakai nama pahlawan

Pada kesempatan itu, dia menyinggung masalah nama. Dinilai jika nama jembatan kurang tepat Jembatan Babin. Alasannya, ada empat pulau yang dillewati. Sehingga, kurang tepat kalau disebut nama jembatan Babin.

“Nanti kita pikirkan. Di kepala saya, usulkan nama gelar pahlawan. Panglima Perang, Dipertuan Muda Pertama Kelana Jaya Putra. Yang memindahkan kerajaan dari Johor. Tapi itu keputusan nanti di Presiden. Ada LAM dan tokoh-tokoh masyarakat. Raja-raja lain sudah banyak disebut (penamaan). Yang Kelana Putra Jaya malah belum ada,” imbuhnya.

Selain Pjs Gubernur Kepri, peletakan batu pertama ini juga dihadiri Pjs Walikota Batam, Syamsul Bahrum dan Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto, dan BPN Kepri Askani.

(ret)