Jembatan Babin Tak Ada Progres, Menteri Basuki Kesal Kinerja Anak Buah

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan kekesalannya terkait proses administrasi proyek yang dinilai kurang beres. Dia mengaku bakal melakukan evaluasi secara internal terkait hal ini.

Salah satunya adalah Jembatan Batam-Bintan dengan investasi senilai Rp 8,7 triliun, yang sampai sekarang proses penyusunan dokumen prastudi kelayakannya belum rampung.

Basuki menyebut, sejumlah proyek yang sudah ditawarkan kepada investor, saat ini statusnya juga tak mengalami perkembangan signifikan. Bahkan ada proyek yang masih berstatus review, masih persiapan, dan finalisasi.

"Semua paper work. Jadi saya minta Pak Dirjen Pembiayaan ini, kalau sudah market sounding mestinya sudah siap semua. Sudah market sounding tapi masih persiapan, statusnya bulan Maret masih review lagi. Saya kira nanti kita bahas internal itu," kata Basuki saat membuka market sounding 6 proyek infrastruktur, Kamis (30/4/20).

Basuki juga sempat memberikan contoh kepada jajarannya mengenai langkah-langkah yang dilakukan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Basuki menyebut, Bahlil sangat egaliter sekali dalam mengawal investor.

"Dan itulah sebetulnya yang harus kita lakukan, tidak hanya BKPM, kemudian PUPR yang berhubungan langsung dengan KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha) ini juga harus punya niat yang sama untuk bisa melayani dan melindungi para investor agar bisa berinvestasi di Indonesia dengan nyaman," katanya.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko Djoeli Heripoerwanto, memang sempat menyampaikan status sejumlah proyek yang ditawarkan kepada investor. Tak terkecuali 6 proyek tol baru yang ditawarkan hari ini kepada para investor.

Jalan Tol

 

Jalan Tol Semanan-Balaraja dengan investasi Rp 15,5 triliun statusnya siap dilelang. Berikutnya, Jalan Tol Cikunir-Ulujami senilai Rp 21,56 triliun, kini masih melalui proses peninjauan (review) dokumen lelang.

Jalan Tol Layang Sentul Selatan-Karawang Barat senilai Rp 15,3 triliun, dokumennya juga masih di-review untuk lelang. Selanjutnya, Jalan Tol Patimban senilai Rp 7,5 triliun justru masih berstatus proses penyusunan dokumen lelang.

Berikutnya yakni Jalan Tol Semarang Harbour dengan investasi Rp 11,7 triliun yang sedang melalui proses evaluasi dokumen prastudi kelayakan. Terakhir, Jembatan Batam-Bintan dengan investasi senilai Rp 8,7 triliun bahkan masih berstatus proses penyusunan dokumen prastudi kelayakan.

Sementara pada proyek-proyek yang ditawarkan beberapa waktu sebelumnya, juga masih ada yang belum sampai pada tahapan konstruksi. Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, misalnya, masih berstatus persiapan dokumen prakualifikasi.

Begitu juga dengan Jalan Tol Mamminasata, masih finalisasi dokumen studi kelayakan. Padahal, 2 proyek itu sudah ditawarkan ke investor melalui market sounding pada 21 November 2019.

(fox)