40 Dokter di Kepri Terpapar Corona, 2 Diantaranya Meninggal Dunia

40 Dokter di Kepri Terpapar Corona, 2 Diantaranya Meninggal Dunia

Ilustrasi (Foto: Batamnews)

Tanjungpinang - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Riau (Kepri), M Bisri mengungkapkan bahwa ada sebanyak 40 orang dokter di Provinsi Kepri dinyatakan positif terkonfirmasi virus Corona (Covid-19), dalam kurun waktu Maret-September 2020.

"Dari laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), 40 dokter itu, 31 di Batam dan sisanya di luar Kota Batam," kata Bisri di Tanjungpinang, Rabu (7/10/2020) kemarin.

Bisri menuturkan, dari jumlah 40 dokter yang positif Covid-19 itu, dua diantaranya meninggal dunia. Sementara 38 lainnya telah sembuh. Namun, mereka yang sembuh tersebut, beberapa diantaranya masih melakukan karantina mandiri.

"Ya, dokter ini ada sebagian masih melakukan karantina di rumah masing-masing," tuturnya.

Bisri juga menambahkan, kasus dokter yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini, ada juga sejumlah perawat dan petugas umum lainnya di rumah sakit yang terkonfirmasi positif Covid-19. Selama rentang waktu tujuh bulan itu ada perawat dan petugas umum di rumah sakit yang ikut terinfeksi virus itu.

"Untuk jumlahnya berapa, saat ini kami masih mengumpulkan datanya dari organisasi profesi ini," jelasnya.

Perlu diketahui bahwa dokter dan tenaga kesehatan yang terinfeksi virus itu tidak seluruhnya terinfeksi saat merawat pasien yang positif Covid-19. Namun, ada juga yang tertular dari pasien atau warga yang tidak memiliki gejala Covid-19.

"Petugas ini tertular ketika melayani warga yang datang untuk berobat. Rupanya yang dilayani itu terinfeksi Covid-19 tapi tidak bergejala atau OTG," ujar Bisri.

Dengan kejadian tersebut, Bisri mengimbau kepada dokter khususnya nakes di rumah sakit agar lebih disiplin dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) ketika melaksanakan tugasnya.

Karena menurut Bisri, Dinkes Provinsi Kepri menjamin APD yang diperuntukkan bagi dokter dan nakes di Provinsi Kepri saat ini jumlahnya sangat mencukupi. Minimal jika tidak menggunakan baju hazmat, perawat dan petugas di bagian umum rumah sakit itu bisa lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Selain memakai APD juga harus menjaga jarak, menggunakan masker yang benar dan memakai faceshield serta sarung tangan," harapnya.

(sut)