Robot Cerdas Layani Pasien Corona di Rumah Sakit Meksiko

Robot Cerdas Layani Pasien Corona di Rumah Sakit Meksiko

LaLuchy Robotina, robot yang dioperasikan di RS Meksiko untuk membantu pasien Corona. (Foto: AFP via The Star)

Mexico City - Sebuah rumah sakit di ibu kota Meksiko memiliki cara tersendiri untuk membantu pasien virus corona yang terpisah dari kerabat mereka dan mengurangi risiko penularan bagi petugas medis.

Rumah sakit itu mengoperasikan sebuah robot untuk membantu layanan pasien. Demikian dikutip Batamnews dari The Star, Selasa (1/9/2020).

"Hai, saya LaLuchy Robotina! Siapa nama Anda?" robot setinggi 1,4 meter bertanya kepada pasien saat bergerak dari kamar ke kamar.

Robot itu bergerak di atas roda dan memiliki kamera dan layar tampilan yang memungkinkan kerabat dan dokter untuk mengobrol dengan pasien atau staf dengan perlengkapan pelindung penuh di tempat karantina virus corona.

"Keberadaan robot ini dapat mewakili kehadiran kami secara fisik ... tetapi tanpa paparan aerosol di dalam area Covid-19," kata Lucia Ledesma, seorang neuropsikolog di National Medical Center 20 November.

Robot rumah sakit, bagian dari tren global yang bertujuan mengurangi risiko infeksi selama pandemi, bahkan ditetapkan sebagai "co-terapis" untuk pasien virus corona pada Juli 2020 lalu.

Sejak itu, mereka telah melakukan sekitar 160 misi dengan pasien yang terinfeksi, kerabat mereka, dan tim kesehatan mental.

Ia bahkan dapat mengeluarkan suara yang menenangkan untuk mengurangi stres yang disebabkan oleh isolasi.

Robot "membantu kami dengan kesehatan mental pasien," kata Sandra Munoz, yang mengkoordinasikan strategi rumah sakit melawan virus, yang telah menewaskan lebih dari 60.000 orang di Meksiko.

Robot ini memiliki visi komputer yang memungkinkannya mengenali orang dan sensor untuk membantunya bergerak.

Robot ini adalah media pembantu bagi pasien seperti Rosa Maria Velazquez, salah satu dari lebih dari setengah juta orang Meksiko yang telah terinfeksi virus tersebut.

"Karena (keluarga) tidak bisa masuk, mereka melihat kami dan kami melihat mereka, dan itu menghibur kami semua," kata pria berusia 55 tahun itu dari ranjang rumah sakitnya.

(gea)