Bahas Ekonomi Terkini, Tak Ada Perwakilan BP Batam dalam Acara yang Digelar Kadin Kepri
Acara diskusi yang digelar Kadin Kepri. (foto: alfi)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Kepri menggelar forum diskusi di Allium Hotel, Jodoh, Batam, Sabtu (5/6/2015). Sayangnya, pertemuan yang bertajuk "Mencari Solusi Ekonomi Terkini Bersama Serikat Pekerja" itu tidak dihadiri pejabat dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Ekonomi terkini yang dimaksud ialah seperti yang dirasakan masyarakat sekarang ini yaitu kondisi ekonomi di Indonesia yang merosot. Hal itu terlihat dari nilai mata uang rupiah yang anjlok mencapai Rp 14.100 per dolar AS.
Forum itu turut dihadiri perwakilan dari Disnaker Kepri dan Batam, serta beberapa orang perwakilan serikat pekerja tersebut selesai.
Ahmad Maruf Maulana, Ketua Kadin Kepri mengatakan, saat ini rata-rata perekonomian negara di dunia sedang menurun. Cina sendiri yang biasa pertumbuhann ekonominya 10 persen, saat ini tidak tercapai. Bahkan, di Eropa negara Yunani bangkrut.
"Jadi kekhawatiran dari dunia usaha membuat kita harus mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak diinginkan. Kadin secepat mungkin mengambil langkah apa-apa yang perlu kita lakukan supaya ada efisiensi. Supaya bersama-sama dengan buruh, kendala-kendala yang dihadapi. Supaya kita membangun bersama, apa yang dihadapi bersama," ujarnya.
Ia menyebut, untuk mencapai solusi dari permasalahan tersebut, tentunya Kadin tidak dapat membuat keputusan sendiri.
"Seperti diketahui, Batam memiliki dualisme kepemimpinan yang mengatur perkembangan ekonomi Kota Batam, yaitu BP Batam dan Pemko Batam," sambungnya.
Sayangnya, dalam acara itu, tak terlihat pejabat BP Batam ataupun yang mewakilinya.
Mengenai ketidakhadiran pihak BP Batam tersebut, Ahmad Maruf mengatakan, akan menyampaikan melalui surat, lobi-lobi dan akan menemui pihak BP Batam. "Supaya yang dihadapi, saya rasa mereka semua tahulah, mengertilah dengan kondisi yang terkini," ujarnya lagi.
Namun, dalam acara yang berlangsung hampir tiga jam itu, tak terdengar solusi dalam permasalahan yang dihadapi buruh atau pekerja di Kepri khususnya.
"Pasti ada solusinya, nantilah kita beritahukan," kata Maruf sambil tersenyum.
(alf)
Komentar Via Facebook :