Begini Skema Pengerjaan Hasil Pasokan Air IPAL

Begini Skema Pengerjaan Hasil Pasokan Air IPAL

Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) oleh BP Batam. (Foto: ist)

Dodo

Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam membangun proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ditargetkan selesai akhir 2020. Proyek ini dibangun untuk mengolah air limbah di Batam yang terus mengalir ke waduk dan perairan sekitar.

Pembangunan proyek ini juga diharapkan mampu mengatsi krisis air bersih di Batam dan menjadi solusi pasokan air, karena kedepannya  kegiatan mencuci dan kebutuhan produksi industri akan memanfaatkan air pengolahan IPAl tersebut. 

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana mengatakan pada Tahap 1 ini sambungan proyek IPAL dipasang untuk pemukiman area Batam Centre.

Air limbah dari rumah warga akan mengalir melalui pipa ke stasiun pompa terdekat. Saat ini ada 5 stasiun pompa yang tersebar di btam centre. Dari Stasiun pompa tersebut, air limbah akan di pompa ke Waste Water Treatment Plant (WWTP) di Bengkong Sadai  dengan kapasiatas 20 ribu  meter kubik perhari atau setara dengan 230 liter per detik.

“Limbah domestik tersebut akan diolah menjadi air baku dan pupuk kompos yang bisa dimanfaatkan warga Batam dan instansi selama 1 tahun,” kata Iyus. 

Air baku hasil olahan limbah tersebut akan dialirkan di dua waduk di Batam, yaitu waduk Baloi yang saat ini berhenti beroperasi, dan waduk Duriangkang. 

“Tadinya air yang diolah di WWTP akan langsung dibuang dilaut, tapi karena kami akan tingkatkan pengembangan IPAL ini, air baku tersebut akan langsung dialirkan ke dua waduk tersebut,” ujar Iyus. 

Biaya yang akan dikeluarkan masyarakat dalam pemanfaatan air IPAL tersebut, juga tidak akan setinggi penggunaan air minum. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait