Basarnas dan Lintas Sektor di Natuna Sepakat Bentuk Grup Khusus Pencarian Nelayan Hilang

Basarnas dan Lintas Sektor di Natuna Sepakat Bentuk Grup Khusus Pencarian Nelayan Hilang

Basarnas Natuna menggelar Coffee Morning bersama lintas sektoral membahas masalah laka laut (Foto:Yanto/Batamnews)

Natuna - Dalam upaya meminimalisir angka kecelakaan laut, Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menggelar dialog terbuka yang dikemas dalam tajuk 'Coffee Morning', di Kantor Basarnas Natuna, Kamis (26/6/2020).

Kegiatan ini melibatkan Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai, Polres Natuna, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perhubungan dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta awak media.

"Selama ini untuk penanganan terkait pencarian orang hilang, terutama nelayan, kami banyak menemui kendala. Salah satunya adalah ketidak akuratan titik lokasi kejadian. Sehingga menyulitkan pihak Basarnas dalam melakukan pemetaan dalam proses pencarian," ujar Kepala Basarnas Natuna, Mexianus Bekabel dalam kesempatan tersebut.

Ia menjelaskan, sering kali terjadi setiap nelayan akan melaut, mereka tidak pernah memberikan lokasi pasti menangkap ikan, bahkan kepada pihak keluarga sekalipun. Hal ini menjadi salah satu penyebab sulitnya Basarnas mencari informasi titik lokasi nelayan jika terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan.

"Kami Basarnas ini kan bukan ahli nujum, yang ketika ada musibah orang hilang kita langsung bisa memastikan titik koordinat hilangnya. Apalagi hal tersebut terjadi di laut yang sangat luas. Maka kami berharap dengan diadakanya acara dialog antar lintas sektoral ini, bisa mencarikan sebuah solusi yang terbaik untuk kedepanya," ujar Mexianus.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Dofir mengatakan, seharusnya para nelayan jika ingin melaut harus melapor terlebih dahulu ke masing-masing kelompok nelayan. Ini bertujuan agar ketika terjadi apa-apa, kelompok nelayan bisa mengetahui posisi persis dimana nelayan tersebut melaut.

"Dan juga kalau bisa, jika melaut diwajibkan berkelompok, jangan sendiri sendiri," harapnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Natuna, Zainudin pun membenarkan bahwa selama ini para nelayan tidak pernah melapor jika pergi melaut.

"Dalam kesempatan kali ini, kami juga meminta kepada instansi terkait untuk bisa memberikan bantuan alat komunikasi kepada para nelayan, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di laut, bisa cepat melakukan panggilan pertolongan," ucap Zainudin.

Diakhir acara, disepakati kedepanya, akan dibuatkan grup khusus terkait pencarian orang hilang khususnya nelayan, sehingga bisa mempercepat proses pencarian. Kemudian juga akan disiapkan saluran khusus guna dipergunakan untuk media komunikasi antar para nelayan di Natuna.

(Yan)
Komentar Via Facebook :