Tambahan 3 Kasus Positif di Batam Ditemukan dari Cek Swab Mandiri

Ilustrasi.

Batam - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam merilis penambahan tiga kasus positif baru. Secara kumulatif, jumlah pasien Covid-19 di Batam saat ini mencapai 212 kasus. 

Dari tren kasus baru di Batam, diketahui penambahan bukan lagi dari penelusuran kontak atau tracing, tetapi dari hasil pemeriksaan swab tenggorokan secara mandiri untuk persyaratan penerbangan hingga untuk melamar kerja.

Adapun pasien yang positif diantaranya, seorang laki-laki berinisial RB usia 30 tahun, beralamat di kawasan perumahan Kampung Daun, Tanjung Piayu, Sei Beduk.  Ia merupakan pasien nomor 210 Kota Batam. 

“Pasien tersebut sebelumnya memeriksakan diri ke klinik Medilab Batam, untuk pemeriksaan swab tenggorokan secara mandiri, guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan ke Jakarta,” ujar Ketua Tim Gugas Batam, Muhammad Rudi, Senin (22/6/2020). 

Kemudian hasilnya baru diketahui pada hari ini terkonfirmasi positif Covid-19. Selanjutnya pasien tersebut sedang perdiapan untuk perawatan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang. 

Berikutnya pasien nomor 211 Kota Batam merupakan seorang laki-laki berinisial SD usia 38 tahun, beralamat di kawasan perumahan Costarica Boulevard, Batam Kota. 

Pasien ini merupakan seorang Warga Negara Asing (WNA) Afrika Selatan yang berdomisili dan bekerja di Batam. 

Sehubungan adanya keperluan keberangkatan yang bersangkutan ke Kota Palembang, maka pada tanggal 18 Juni 2020 datang memeriksakan diri ke Klinik Medilab Batam untuk melakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan secara mandiri. Dan hasilnya terkonfirmasi positif. “Saat ini sedang dalam persiapan dibawa ke RSKI Galang,” kata Rudi. 

Terakhir pasien nomor 212 Kota Batam merupakan seorang perempuan berinisia WR usia 31 tahun, beralamat di perumahan GMP Sei Beduk. 

Pasien tersebut juga melakukan pemeriksaan swab tenggorokan secara mandiri di klinik Medilab Batam untuk keperluan memenuhi persyaratan melamar pekerjaan. Dan hasilnya diketahui hari ini terkonfirmasi positif. 

Sebelumnya pasien tersebut dua bulan lalu tinggal di Musi Banyuasin dan kemudian kembali ke Batam pada tanggal 5 Juni 2020.  “Yang bersangkutan selama di Batam hanya beraktifitas di rumah saja,” kata Rudi.

(ret)