Investasi Properti Tetap Menguntungkan di saat Pandemi Corona

Investasi Properti Tetap Menguntungkan di saat Pandemi Corona

Apartemen Pollux Habibie Batam.

Batam - Pandemi Corona menghantam seluruh sendi kehidupan. Berbagai sektor di seluruh dunia terdampak wabah Covid-19 ini.

Salah satu sektor yang terimbas adalah bisnis properti. Pengembang bersama dengan tim marketing harus memutar otak untuk menemukan cara jitu bertahan di tengah badai ekonomi.

Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DPD Kepri, Ruslan Weng mengatakan dalam situasi pandemi ini, ada siklus psikologis pasar yang berlaku.

"Ada siklus psikologis market di tengah pandemic yakni optimis, gembira, sensasi, euphoria, gelisah, penolakan, takut, putus asa,  panic, pasrah, patah semangat, depresi, harapan, lega dan kembali lagi optimis," kata Ruslan dalam diskusi online bertajuk Bagaimana Peluang Investasi Properti di Batam Era Pandemi Covid-19, Jumat (29/5/2020). 

Menurut Ruslan, saat ini Batam berada pada lembah siklus psikologis. Dimana yang tadinya Batam akan masuk dalam siklus harapan karena pertumbuhan ekonomi harus terjebak mundur akibat pandemi Covid-19. 

Saat ini, ekonomi Batam memang sedang lemah dan turun. Namun kondisi ini tidak hanya terjadi di Batam, namun juga seluruh dunia kondisinya sama. 

"Dan kita setidaknya masih ada pertumbuhan walaupun minim,” imbuh dia.

Akan tetapi, di balik pandemi, Ruslan menyebut masih ada peluang, terutama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di dunia properti. Banyak developer yag memberi diskon, terutama tangan kedua yang mulai memberikan diskon 20 persen hingga 50 persen. 

“Sekarang cash flow nya juga mungkin sudah gak jalan jadi kondisinya sudah pada ada yang patah semangat. Sudah mulai menjual propertinya tapi tidak terjual akhirnya menjadi putus asa dan panic tambah ada Covid-19 lagi saat ini,” ujar Ruslan.  

Investasi properti dinilai akan menjadi investasi yang menguntungkan jangka panjang. Karena menurutnya ketika kondisi mulai pulih banyak yang membutuhkan properti di Batam baik untuk disewa maupun untuk dibeli. 

Terlebih, Batam didukung dengan letak geografisnya yang strategis karena berdekatan dengan Singapura dan pariwisatanya yang terus berkembang.

“Kalau Covid-19 ini reda dengan kapasitas yang cukup aman, semua orang bakal mau gilaan jalan-jalan karena bosan di rumah dan grafik akan naik drastis,” tutur Ruslan. 

Bahkan, Ruslan mengungkapkan warga Singapura sudah mulai melirik properti di Batam untuk disewa untuk tinggal sementara selama masa pemulihan.

Alasan utamanya cukup sederhana, biaya hidup di Batam yang lebih murah ketimbang Singapura.

“Dan masa Covid ini justru untuk apartemen ini banyak yang nanya sewa dari Singapura karena kondisi gaji dipotong dan ada yang usaha off dulu. Selain itu ada juga warga dari luar kota juga mulai mencari tempat sewa karena ditugaskan di Batam,” ungkap Ruslan.

Pendapat Ruslan, diamini oleh General Manager Pollux Habibie, Richie Lasedouw. Dia juga berpendapat, saat pandemi Corona inilah menjadi waktu yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti.

Menurut Rchie, dalam menjalankan investasi properti untuk mendapatkan harga terbaik diantaranya harus memperhatikan capital gen, kedua harus memperhatikan memontum stimulus. 

Pada kondisi saat ini sangat mendukung unsur capital gen, karena developer memberikan harga terbaik dan perbankan juga banyak memberikan bonus. 

Kedua, untuk momentum stimulus sendiri adalah tidak membeli properti setelah serah terima unit, karena ketika unit mulai ramai harga tanah naik, developer juga akan meningkatkan harga.  

“Sebelum pandemi kami berjualan cukup ramai, dan itu kami dukung dengan menyiapkan teknologi digital, setelah pandemi kami memang mengalami penurunan tapi tidak signifikan. Jadi usaha properti saat ini juga harus didukung dengan kemajuan teknologi, sehingga kita bisa mempromosikan unit hanya dari genggaman ponsel,” terangnya. 

(das)