Wanita Hamil Terinfeksi Corona Rentan Alami Cedera Plasenta

Wanita Hamil Terinfeksi Corona Rentan Alami Cedera Plasenta

Ilustrasi. (Foto: Getty Images via LA County-Covid-19)

Chicago - Wanita hamil yang terinfeksi virus Covid-19 berpotensi mengalami cedera plasenta pada kehamilannya. Kondisi ini ditemukan peneliti selama pengujian rutin di rumah sakit Chicago, Amerika Serikat.

Sedikitnya ada 16 wanita hamil yang diteliti. Hasilnya, 15 wanita melahirkan bayi yang sehat, sementara satu mengalami keguguran. 

"Tidak ada bayi yang dilahirkan positif Covid-19," bunyi hasil penelitian itu, seperti dikutip Batamnews dari Jerusalem Post, Sabtu (23/5/2020).

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Pathology, menemukan bahwa 12 dari wanita, atau 80 persen, memiliki jenis cedera yang dapat mengganggu aliran darah dari ibu ke janin yang disebut vaskular malperfusion. 

Enam dari mereka, atau 40 persen, memiliki pembekuan darah di plasenta. Kelompok pembanding historis menunjukkan malperfusi vaskular pada 55 persen pasien dan pembekuan darah plasenta pada 9 persen kasus.

Penelitian ini melibatkan wanita yang melahirkan di Rumah Sakit Prentice Wanita Northwestern Medicine antara 18 Maret dan 5 Mei.

"Temuan ini mendukung bahwa mungkin ada sesuatu yang membentuk gumpalan karena virus coronas, dan itu terjadi di plasenta," kata Dr. Jeffrey Goldstein, seorang ahli patologi dan penulis studi Northwestern kepada Reuters

Dia mengatakan masalah dengan aliran darah plasenta dapat menyebabkan pembatasan pertumbuhan janin, rendahnya tingkat cairan ketuban atau bahkan kematian janin.

Ada laporan pembekuan darah pada pasien Covid-19 dewasa yang menyebabkan stroke. Namun dalam penelitian ini, tidak satu pun dari 15 bayi yang memiliki masalah kesehatan.

(gea)