Malaysia Waspadai Pergeseran Warga Zona Merah ke Zona Hijau Corona

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah. (Foto: The Star)

Putrajaya - Otoritas Malaysia mewaspadai terjadinya pergeseran warga dari zona merah ke zona hijau Corona atau Covid-19 pada perayaan Idul Fitri mendatang.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah merasa prihatin dengan pergeseran warga ini. Dia menegaskan kebijakan pemerintah saat ini adalah memblokir orang-orang dari meninggalkan perbatasan negara.

“Orang-orang dari zona merah, di mana ada kasus aktif, mungkin tidak tahu apakah mereka memiliki virus, terutama jika mereka tidak menunjukkan gejala. Jadi, jika kita kembali ke kota asal kita, kita memiliki peluang besar untuk menginfeksi anggota keluarga kita sendiri," kata Noor Hisham dikutip Batamnews dari The Star, Kamis (21/5/2020).

Pemerintah menyarankan untuk warga yang berada di zona merah adalah jangan kembali ke kampung halaman atau desa mereka, jika memungkinkan.

“Menginap di rumah dan rayakan Hari Raya dalam suasana tertutup dan hindari berkunjung dari rumah ke rumah,” kata Dr. Noor Hisham.

Sementara itu, hingga hari ini, Malaysia mencatat ada 31 infeksi Covid-19 baru, dimana 10 diantaranya adalah kasus impor yang melibatkan warga Malaysia yang kembali dari luar negeri.

"Empat kasus adalah kasus yang kembali dari Amerika Serikat, dua dari Singapura dan masing-masing satu kasus dari Mesir, Inggris, Belanda dan Qatar," katanya.

Angka kematian akibat Covid-19 di negara itu tetap 114. Saat ini, ada 1.189 kasus aktif yang sedang dirawat di fasilitas kesehatan di negara ini.

Sedikitnya ada 60 pasien lagi telah dipulangkan, yang berarti ada 5.706 pasien telah pulih sejak wabah dimulai. Tingkat pemulihan Covid-19 Malaysia sekarang berada di 81,4% dari total kasus positif.

Masih ada 11 pasien yang dirawat di unit perawatan intensif dengan tujuh pasien menggunakan dukungan ventilator.

(gea)
SHARE US :
Komentar Via Facebook :