Kontak dengan Pasien Nomor 43, 23 Pekerja McDermott Dikarantina

Kontak dengan Pasien Nomor 43, 23 Pekerja McDermott Dikarantina

Wali Kota Batam, HM Rudi.

Batam - Sedikitnya 23 pekerja PT McDermott Indonesia dikarantina di Rusunawa Tanjunguncang, Batam, Kepulauan Riau. Mereka ditengarai memiliki kontak dengan pasien positif Corona nomor 43 di Batam.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, HM Rudi menyampaikan ada 57 orang warga Batam yang ditempatkan di Rusunawa Tanjunguncang, untuk menjalani karantina. Hal ini berkaitan dengan penelusuran kontak pasien terkonfirmasi positif. 

"Totalnya 57 orang, 51 orang laki-laki, dan 6 orang perempuan," ujar Rudi, Kamis (14/5/2020). 

Dari 57 orang warga Batam itu, terdiri dari berbagai wilayah dan dibagi menjadi 9 kelompok yaitu Pelabuhan Batam Center satu orang. 

Kemudian, dari Bengkong satu orang, Batuampar satu orang, Pekerja Migran Indonesia (PMI) tangkapan Bakamla 19 orang, Tanjungbuntung satu orang, jemaah tablig asal India sebanyak enam orang, Batam Kota empat orang,  McDermott 23 orang dan PMI tangkapan di Teluktering satu orang.

"Kami rutin beri warga ini vitamin, pemeriksaan suhu badan dan disiplin menggunakan masker,” kata Rudi. 

Selain itu, tim juga melakukan penyemprotan disinfektan di setiap ruangan yang ada untuk memastikan tidak ada penularan jika ada warga yang postif Covid-19

“Beberapa sudah kita pulangkan dan yang masih tersisa saat ini, sebagian sudah negatif dan sebagian lagi masih menunggu hasil swab,” ujarnya.

Namun untuk anak tujuh tahun asal klaster Bengkong yang merupakan yatim, tetap dilakukan karantina meskipun hasil swab sudah keluar negatif. Hal itu mempertimbangkan kemanusiaan agar anak tersebut bisa terawat.

“Untuk anak ini, belum dipulangkan karena tidak ada orang di rumahnya. Tiga saudaranya masih diisolasi di RSUD Embung Fatimah dan ibunya masih di Malaysia,” kata Rudi.

Sedangkan untuk pegawai Mc Dermott yang dilakukan karantina, berhubungan ada seorang karyawan Mc Dermott yang terkonfirmasi positif, yaitu pasien nomor 43 Kota Batam. Hal ini sudah dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam. 

"Ya benar," ujar Didi. 

(ret)