Terlalu Cepat Akhiri Lockdown, Hokkaido Terancam Corona Gelombang Kedua

Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images)

Jakarta - Sebuah pulau di Jepang kini tengah menghadapi gelombang kedua wabah virus Corona COVID-19. Diyakini sebagai akibat dari kebijakan untuk membuka lockdown terlalu awal.

Wilayah Hokkaido Utara telah membuka kembali lockdown pada 19 Maret lalu dan mengizinkan sekolah untuk beroperasional kembali. Dilaporkan, terjadi peningkatan kasus virus Corona COVID-19 dengan jumlah sebanyak 46 kasus konfirmasi pada Kamis (30/4/2020).

Dikutip dari laman New York Post, Ketua Asosiasi Medis Hokkaido, Kiyoshi Nagase mengatakan, ia menyesalkan kebijakan dicabutnya Lockdown di tengah pandemi COVID-19 yang masih merebak.

Sekarang saya menyesalinya, kita seharusnya tidak mencabut keadaan darurat pertama," ujar Kiyoshi.

Sebelumnya, wilayah tersebut dipuji karena bisa menahan wabah COVID-19 dengan menerapkan lockdown selama 3 minggu. Tetapi, saat Gubernur Naomichi Suzuki mencabut lockdown, gelombang infeksi kedua menghantam kembali.

Menurut Kazuto Suzuki, seorang wakil dekan politik internasional di Universitas Hokkaido mengatakan, bahwa hal ini bisa menjadi peringatan bagi pemimpin negara untuk mempertimbangkan pelonggaran lockdown.

Saat ini Jepang mengkonfirmasi sekitar 14.008 kasus positif dengan angka kematian 430 jiwa, menurut data Research Center Johns Hopkins University, Jumat (1/5/2020).

(fox)