Sebuah Amanah Dipegang `Ayah Syahrul` Sebelum Wafat Karena Corona

Wako Tanjungpinang, Syahrul. (Foto: Dok. Batamnews)

Tanjungpinang - Sebuah pesan duka di grup WhatsApp beredar, Selasa (28/4/2020). Kabar duka itu datang dari Kepala Dinas Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana.

"Inalilahi wainna ilaihi rojiun, benar Wali kota Tanjungpinang Ayah Syarul sudah berpulang kerahmatullah dengan tenang pukul 16,40 Wib," kata Tjetjep yang juga Juru bicara Covid-19 Provinsi Kepri itu.

Syahrul menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit umum daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang pukul 16.40 WIB.

Tjetjep mengatakan, pihak rumah sakit sudah bekerja dengan maksimal dalam merawat dan menangani. Namun takdir berkata lain.

"Kami semua selama ini sudah bekerja dengan maksimal dan mengawasi full selama 24 jam. Namun, Allah SWT berkehendak lain, dan akhirnya Almarhum Ayah Syahrul pergi dengan tenang meninggalkan kita semua," ujar Tjetjep dengan suara parau.

Syahrul berpulang pada usia 59 tahun. Pria kelahiran Tarempa, Kabupaten Anambas 30 Agustus 1960 itu dilantik menjadi Wali Kota Tanjungpinang sejak 21 September 2018. Sebelumnya Syahrul menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tanjungpinang periode 2013-2018.

Syahrul merupakan sosok yang bertransformasi dari dunia pendidikan ke dunia politik. Sejatinya, suami dari Juwariah tersebut berlatar belakang guru dan Kepala Sekolah di Tanjungpinang.

Sosok Syahrul memposisikan dirinya layaknya Ayah bagi warga Tanjungpinang. Hal ini juga yang membuat julukan Ayah Syahrul melekat kepadanya selama ini.

Nama Syahrul kian populer di dunia politik. Bahkan Partai Gerindra Pusat sedianya mengusung Ketua DPD Gerindra Kepri itu untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kepri tahun ini. Kemungkinan itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arif Puyono sebelumya.

"Ya paling enggak Gerindra akan minta posisi orang no 2 di Kepri nantinya, jika Koalisi Gerindra-PDI Perjuangan bisa terjadi di Kepri. Saya berharap PDI Perjuangan bisa mengusung Soerya Respationo sebagai cagub dan Syahrul sebagai cawagubnya," tukas Arief, Senin(2/3/2020) beberapa waktu lalu.

Namun Pilkada Kepri urung terlaksana dan tertunda. Hempasan pandemi corona mewabah ke seluruh dunia. Syahrul pun bisa dikatakan menjadi salah satu korbannya.

Sebelum digadang bakal menjadi kandidat di bursa Pilkada Kepri, Syahrul justru mengaku tak berkeinginan untuk hal itu.

"Kalau diperintahkan ketua umum, kita di bawah harus siap, makanya masih menunggu arahan di Munas Gerindra, soalnya saya tidak mengikuti sampai selesai," kata Syahrul usai menghadiri rapat paripurna istimewa di DPRD Tanjungpinang, Kamis (17/10/2019) kala itu.

Kendati demikian, ia mengaku tidak ada niat untuk maju, sebab dirinya ingin menyelesaikan amanah yang diberikan masyarakat Kota Tanjungpinang.

"Kalau saya berkali-kali bilang tidak ada niat, kalau dari hati saya ingin menyelesaikan tugas, saya dalam organisasi juga begitu, harus menyelesaikan tugas-tugas," ujarnya.

Namun takdir berkata lain. Syahrul lebih dahulu dipanggil yang maha kuasa di bulan suci Ramadan ini.


Cucu, Istri dan dokter Pribadi juga Tertular

 

Cucu wali kota Syahrul yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan masih berusia 8 tahun juga dinyatakan sebagai pasien positif corona nomor urut 21 di Kota Tanjungpinang. Istri dan dokter pribadi Syahrul saat ini juga berstatus sebagai pasien positif di Tanjungpinang.

Syahrul dirawat intensif di RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang sejak Sabtu (11/4/2020). Dia ditangani oleh tim medis dengan standar penanganan Covid-19.

Dua hari kemudian, tepatnya Senin (13/4/2020), Syahrul dinyatakan positif terpapar Corona.

Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan, dugaan sementara Syahrul tertular kemungkinan saat melakukan perjalanan ke luar provinsi tersebut.

"Sesuai data riwayat perjalanan, yakni dari Lampung dan Padang," tegas Tjetjep, Senin (13/4/2020) lalu.


Dua Kemungkinan Asal Mula Wako Syahrul Tertular Corona

 

Hingga saat ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri belum menyimpulkan terkait awal tertularnya, Wali kota Tanjungpinang Syahrul oleh virus corona Covid-19.

"Kami hingga saat ini belum tau pasti terpaparnya Pak Syahrul oleh virus corona ini," kata juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana, Rabu (22/4/2020) lalu.

Dikatakan Tjetjep, ada dua versi laporan yang di terima tim terkait dugaan sementara.

Laporan pertama dikatakan Kadinkes Kepri ini, Syahrul pernah melakukan perjalanan dinas ke Padang dan Lampung. "Terakhir perjalanan dinas Pak Syahrul ke luar daerah yakni ke Padang dan Lampung. Ini yang kita curigai penularan ke Pak Syahrul," tuturnya.

Selain itu tegas Tjetjep, laporan dari pihak staff dan ajudan Wali kota Tanjungpinang, dimana Pak Syahrul pernah ada kontak dengan jemaah tablig.

Bahkan Wali kota Tanjungpinang tersebut dikatakan Tjetjep melaksanakan salat berjamaah dengan para jamaah tablig kala itu.

"Ini laporan kedua yang kami curigai setelah kami telusuri riwayat terpaparnya virus corona Pak Syahrul ini. Namun, semua ini perlu kepastian untuk mempertanggungjawabkannya, dan sampai saat ini kami belum menyimpulkannya," ujar Tjetjep.

Sosok Pak guru dan kepala daerah panutan itu kini telah tiada, Selamat Jalan Ayah Syahrul..

(fox)
SHARE US :