Rekonstruksi 35 Adegan Penganiayaan Kejam Dedi Larepos

Rekonstruksi 35 Adegan Penganiayaan Kejam Dedi Larepos

Rekonstruksi kasus pembunuhan oleh Dedi Larepos. (Foto: Kokorimba/Batamnews)

Batam - Reka ulang kasus pembunuhan pemilik warung di Sekupang digelar Polsek Sekupang dan Kejaksaan Negeri Batam, Rabu (22/4/2020).

Pelaku Dedy Larepos (33), merupakan seorang pemabuk yang mengamuk hingga menewaskan korbannya Abdul Harris dan melukai korban lainnya Irfan Nasution.

Banyak warga yang menyaksikan rekonstruksi tersebut.

Kapolsek Sekupang AKP Yudi Arvian mengatakan, rekonstruksi ini sebagai pelengkap berkas yang diminta oleh Kejaksaan Negeri Batam.

Baca juga: Polisi Ringkus Pemabuk Tatoan yang Bacok Warga Hingga Tewas di Sekupang

"Rekonstruksi tadi kita kawal ketat untuk melengkapi berkas perkara kasus ke Kejaksaan Negeri," ujarnya.

Sebanyak 35 adegan dilakukan, mulai adegan pertama saat Dedy dan Irfan serta beberapa temannya duduk-duduk sambil menikmati minuman keras.

Adegan demi adegan kemudian berlanjut hingga terjadinya keributan yang berujung penikaman.

"Setelah adegan penikaman yang melukai Irfan dan menewaskan Abdul Haris, adegan selanjutnya direka ulang di hutan di belakang Komplek Ruko Sunday Park. Di hutan ini Dedi diminta mereka ulang saat ia membuang baju dan pisaunya. Adegan terakhir yang direka ulang adalah peristiwa tertangkapnya Dedi,"

Yudi menyebutkan, rekonstruksi tersebut disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum dan Kuasa Hukum Dedy.

"Pelaku dikenakan pasal berlapis. Yaitu pasal 351, 338, dan 340 KUHP. Reka ulang berlangsung sekitar dua jam," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pedagang di Tiban Centre, Kelurahan Tiban Indah, Kota Batam, Abdul Haris Nasution, tewas setelah disabet seorang pria mabuk pada Kamis (2/4/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

 

Sebelumnya pelaku juga menikam seorang pria lainnya Irfan Nasution. Peristiwa itu terjadi di depan Apotek Kimia Farma Tiban Centre, Kelurahan Tiban Indah.

Kejadian itu berawal saat terjadi keributan antara Abdul Haris Nasution dengan pelaku yang bekerja sebagai pelaut tersebut. Ifran berusaha menengahi dan meminta tidak ribut di lokasi tersebut.

"Awalnya, di warung ada yang tengah bertengkar karena mabuk-mabukan. Irfan Nasution datang menegur agar tidak bikin keributan di area Kuliner Tiban McDermott," ujar seorang saksi.

Baca juga: Seorang Tewas, Satu Terluka, Warga: Pelaku Pembunuh di Tiban Centre Kebal Senjata

Saksi menambahkan, sekitar 5 menit kemudian, pelaku datang kembali ke warung Abdul Haris Nasution. Ia sempat menanyakan keberadaan Irfan.

"Begitu dia lihat lagi duduk tiba-tiba langsung ditusuk di bagian dadanya Irfan. Haris pemilik warung berusaha melerai dan membawa Irfan, namun pelaku juga menyabet leher Haris," kata saksi tersebut.

Sebelum kabur, Dedy sempat dikeroyok warga, namun fisiknya cukup kuat menahan pukulan dan serangan sejumlah orang saat itu sehingga ada yang menduga ia punya ilmu kebal.

(jim)