https://www.batamnews.co.id

Ekspor Kepri Maret 2020 Turun 8,72,% Akibat Imbas Corona

Ilustrasi.

Batam - Nilai ekspor Provinsi Kepri pada Maret 2020 menurun 8,72 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini disinyalir akibat dampak pendemi Covid-19.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Zulkipli mengatakan, penurunan terjadi sebesar USD 96,36 juta. Dari perolehan USD 1.105,58 juta pada bulan sebelumnya, menjadi USD 1.009,22 juta pada Maret 2020.

"Penurunan nilai ekspor Maret 2020 disebabkan turunnya ekspor di sektor migas sebesar 0,56 persen yaitu sebesar USD 1,259,63 juta pada bulan ini. Dengan nilai ekspor yang dicapai USD 224,964,65 juta," dalam keterangannya, Selasa (21/4/2020).
 
Sektor non migas terjadi penurunan sebesar 10,82 persen atau USD 90,084,22 juta, di mana bulan ini nilai ekspor non migas sebesar USD 789, 250,92 juta.

Nilai ekspor non migas dari golongan barang HS 2 digit yang mengalami penurunan drastis yaitu mesin peralatan listrik dan bahan bakar mineral.

Bulan sebelumnya ekspor peralatan listrik sebesar USD 312,84 juta turun menjadi USD 291,37 juta, Sedangkan Bahan Bakar Mineral Non Migas dari USD 102,02 juta pada bulan sebelumnya turun menjadi USD 25,03 juta.

"Nilai ekspor melalui Pelabuhan utama Kepri, Batu Ampar Batam, juga mengalami penurunan 2,12 persen jika dibandingkan dengan bulan Februari 2020. Dengan nilai ekspor USD 454,97 juta," terangnya.

Tujuan ekspor utama Provinsi Kepulauan Riau bulan Maret 2020, seperti Singapura juga mengalami penurunan nilai ekspor sebesar 4,38 persen yaitu USD 469,47 juta ekspor ke Singapura pada bulan ini

"Dan negara ekspor terbesar kedua  Amerika Serikat mengalami penurunan USD 20,9 Juta yaitu sebesar USD 149,07 juta pada Maret ini," ucapnya.

Tiongkok negara tujuan ekspor ketiga, dari nilai ekspor USD 127 juta turun menjadi USD 65,18 juta. Malaysia dari USD 46,40 juta turun menjadi USD 18,37 juta, Prancis sebelumnya USD 31,65 juta juga turun menjadi USD 23,49 juta.

(das)