Layanan Izin Ekspor Impor di BP Batam Tak Terpengaruh Corona

Layanan Izin Ekspor Impor di BP Batam Tak Terpengaruh Corona

Kantor BP Batam.

Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menjamin pelayanan pengurusan izin keluar masuk barang tetap berlangsung  jika terjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Batam.

Mengacu pada Surat Edaran Menteri Perindustrian RI No. 7 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengajuan Permohonan Perizinan Pelaksanaan Kegiatan Industri Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), para pengusaha tetap mendapat fasilitas kemudahan mobilitas barang di Batam. 

“Jadi selama pendemi Corona, perusahaan dan kawasan industri tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan memiliki izin operasional dan mobilitas kegiatan industri,” kata Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Purnomo Andiantono, Senin (20/4/2020). 

BP Batam sangat menyarankan kepada perusahaan yang ingin tetap beroperasi untuk mengurus perizinannya di Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) di Kementerian Perindustrian RI yang juga masih membuka layanan.

Pasca penyebaran wabah Covid-19 sejak dua bulan lalu, Andiantono menyebutkan kegiatan ekspor-impor di Batam masih cukup lancar. 

Berdasarkan data yang diperoleh dari laman resmi Sistem Informasi Keluar Masuk Barang (SIKMB) BP Batam dari Januari hingga Maret 2020, tercatat 205 dokumen terbit untuk Izin Usaha, 1.367 dokumen terbit untuk Izin Pemasukan Barang, 207 dokumen terbit untuk Izin Pengeluaran Barang, dan 90 dokumen terbit untuk Izin Rekomendasi.

Permintaan keluar-masuk barang di Batam masih terbilang normal, meski terdapat penyebaran Covid-19. 

“Hanya saja, karena beberapa negara sudah melakukan lockdown, timbul kekhawatiran di kalangan pengusaha apabila stok bahan baku habis. Karena apabila negara-negara penyuplai bahan baku lockdown, tidak bisa impor bahan baku lagi,” ujar Andiantono.

Setiap hari, sekitar 30 izin dikeluarkan oleh Layanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam untuk mendukung kegiatan berusaha di Batam.

Sebagai solusi dari kekhawatiran pengusaha, Andiantono menyarankan kepada pengusaha di Batam untuk terus menjajaki negara-negara penyuplai lainnya sebagai sumber bahan baku industri.

(das)