Tak Pernah Jera, Tambang Pasir Ilegal di Nongsa Kembali Digerebek Polisi

Tak Pernah Jera, Tambang Pasir Ilegal di Nongsa Kembali Digerebek Polisi

Satu unit eskavator yang diamankan polisi di lokasi penambangan pasir ilegal kawasan Nongsa. (Foto: ist)

Batam - Aktivitas penambangan pasir ilegal di Batam, Kepulauan Riau tetap berlangsung. Meski sering digerebek penegak hukum, pelaku kegiatan yang merusak lingkungan ini masih saja membandel.

Lebih dari sepekan lalu, polisi kembali menggerebek aktivitas tambang pasir ilegal di seberang lokasi Perumahan Simphony Land, Nongsa, Batam pada Minggu (12/4/2020).

Menurut Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Wiwit Ari Wibisono, kegiatan penambangan ilegal ini telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup parah.

"Jadi di lokasi tersebut kami mendapati adanya kegiatan penambangan tanah urug," ujar Wiwit, Senin (20/4/20).

Dari penindakan tersebut, 6 orang pekerja tambang sudah diamankan polisi dan alat berat berupa 1 unit eskavator serta 2 unit dump truck. 

"Keenamnya sudah kami bawa ke kantor dan sudah dimintai keterangan, untuk 1 unit eskavator dilakukan Police Line di lokasi dan 2 unit dump truck dibawa ke Mapolda Kepri," kata Wiwit.

Sedangkan untuk penanggungjawab lapangan, Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri sudah mengantongi namanya dari hasil keterangan keenam penambang yang diamankan.

"Namun penanggungjawabnya ini kita panggil masih mangkir," ucapnya.

(ude)