Kadin Kepri Desak ATB Turunkan Tarif, Jangan Hanya Ngancam Rationing

Kadin Kepri Desak ATB Turunkan Tarif, Jangan Hanya Ngancam Rationing

Ketua Kadin Kepri, Akhmad Maruf Maulana (Foto: Batamnews)

Batam - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kepulauan Riau (Kepri) meminta perusahaan pengelola air minum di Batam, PT Adhya Tirta Batam, tidak bermanuver dan mengancam-ngancam masyarakat dan pemerintah dalam kondisi darurat corona (COVID-19) saat ini.

Perlakuan ATB dengan mengancam dan bermanuver akan melakukan rationing tersebut sangat tidak wajar. 

"Bukannya mencari solusi agar bisa disuplai, atau bahkan tarif diturunkan dalam kondisi saat ini, justru malah ini ngancam-ngancam," ujar Ketua Kadin Kepri, Akhmad Maruf Maulana, kepada Batamnews, Kamis (26/3/2020).

 Akhmad Maruf Maulana mengatakan, seharusnya ATB menurunkan tarif air melihat segala sektor terutama ekonomi dan perdagangan saat ini sangat terpukul dengan serangan wabah virus corona.

"Kita desak agar ATB menurunkan tarif," ujar pria yang akrab disapa Maulana ini.

Menurut Maulana, ATB seharusnya tidak perlu membuat pernyataan-pernyataan yang meresahkan. "ATB itu urusannya soal keuntungan saja, sudah. Karena mereka swasta, orientasinya profit. Komersil. Yang penting kan bagi mereka masyarakat dan pelanggan bayar, sudah itu aja, enggak usah macam-macam," ujar Maulana.

Maulana yang juga Ketua DPD Golkar Kepri ini juga menyatakan, agar kedepan, air dikelola oleh pemerintah daerah, agar memberikan keuntungan kepada masyarakat. 

"Siapa bilang kita tak bisa kelola, bikin pesawat saja negeri bisa, masam cuma kelola air enggak bisa," ujar Maulana.

Apalagi saat ini infrastruktur distribusi dan pengelolaan air di Batam sudah sangat mumpuni. 

Maulana pun akan berkirim surat ke BP Batam, Dewan Kawasan, serta Menko Perekonomian terkait hal itu. 

"Kita akan surati Menko. Keuntungan sudah nikmati bertahun-tahun, sudah saatnya dikembalikan ke pemerintah daerah," ujar Maulana.

 

(snw)