https://www.batamnews.co.id

Ratu Tisha Mundur, 6 Nama Ini Digadang-Gadang sebagai Calon Sekjen PSSI

Ratu Tisha mundur dari kursi Sekjen PSSI (Foto:ist/detik)

Jakarta - Kursi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI saat ini sedang tidak berpenghuni setelah mundurnya Ratu Tisha Destria. Sejauh ini telah beredar kabar calon-calon penggantinya.

Tisha telah meninggalkan jabatannya sebagai Sekjen PSSI. Hal itu dia umumkan lewat Instagram pribadi, Senin (13/4/2020) sore WIB.

Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri menghormati keputusan mundur Tisha. PSSI nantinya bakal mencari pengganti pada akhir bulan April.

"Akhir bulan ini PSSI akan menggelar rapat untuk membicarakan siapa penggantinya. Saat ini (saya rasa) waktunya tidak tepat. Nanti Pak Ketum (Mochamad Iriawan) akan beritahu kapan pastinya rapat dilakukan," kata Cucu.

Sejauh ini ada banyak nama yang muncul ke permukaan untuk menggantikan Tisha. Dilansir Batamnews dari detiksport, berikut rangkumannya.

Ahmad Syauqi Suratno

Syauqi bukan orang baru di sepakbola. Dia pernah bertugas di Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) hingga dihentikan pada 2014. BLAI merupakan operator kompetisi tingkat amatir dari mulai Divisi Satu (sekarang Liga 2), Divisi Dua, Divisi Tiga, dan Piala Suratin.

Syauqi saat ini menjabat Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY Yogyakarta periode (2019-2023). Saat Kongres Luar Biasa PSSI pada 2019 lalu, dia sempat mencalonkan diri sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI, tetapi gagal terpilih.

Di sela-sela kongres tersebut, Syauqi berbicara kebeberapa awak media sejatinya namanya ada di bursa calon Exco bukan kehendaknya dan tak berharap menang. Dia bahkan mengaku tidak mau berada di lingkaran pengurus PSSI pusat.

 

Maaike Ira Puspita

Ira saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen PSSI pada 16 Januari 2020. Meski Tisha sudah mundur, dia tidak otomatis naik sebagai Sekjen PSSI tetap.

Namun, peluang Ira untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Tisha juga masih besar. Hal itu mengingat dirinya adalah adik ipar dari Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Marco Gracia Paulo

Marco adalah orang lama di PSSI yang sudah malang melintang di sepakbola nasional. Jabatan terakhirnya di PSSI adalah Deputi Sekjen pada 2018.

Keberadaannya di PSSI cuma selama satu tahun. Marco kemudian hijrah ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai Direktur Pengembangan Strategis dan Inovasi.

Terakhir, dia dipercaya menjadi CEO Badak Lampung FC sebelum pindah ke PSS Sleman. Terlepas dari pengalaman di berbagai jabatan, Marco memiliki sertifikat Sports Industry Essentials dari Columbia University.

Viola Kurniawati

Viola adalah mantan Chief Executive Officer (CEO) PSS Sleman pada Liga 1 2019. Kini namanya digadang-gadang sebagai sosok yang bisa menjadi pengganti Ratu Tisha.

Kiprahnya di sepakbola Indonesia sudah cukup lama. Tercatat Viola sempat menjadi Media Officer Persija, menjadi salah satu staf di PT Liga Indonesia Baru, dan pernah menjabat sebagai CEO PSS Sleman.

Tommy Welly

Pria yang akrab disapa Bung Towel ini juga ramai diperbincangkan sebagai kandidat Sekjen PSSI. Mantan jurnalis sepakbola itu sempat menempati sejumlah posisi di federasi.

Dari 2012-2016, Tommy pernah menjabat Direktur Pengembangan Sepakbola dan Direktur Kompetisi PSSI. Dia juga sempat menjadi juru bicara PSSI, Anggota Ad-hoc Reform Committee PSSI-FIFA, AFC Coach Education Course (Technical Director/Instructor), dan Technical Study Group.

Muhammad Kusnaeni

Kusnaeni juga masuk bursa. Jurnalis senior dan komentator sepakbola itu dianggap publik layak mengisi kursi Sekjen PSSI.

Saat Kongres Luar Biasa PSSI pada November 2019, Kusnaeni mendaftarkan diri sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI. Namun, ia gagal terpilih.

Kusnaeni saat ini sibuk bersama Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dengan menduduki jabatan Ketua I Bidang Organisasi dan Pembinaan.

(ruz)