Karimun Karantina TKI dari Malaysia dan Penumpang Pelni dari Zona Merah

Karimun Karantina TKI dari Malaysia dan Penumpang Pelni dari Zona Merah

Rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Jumat (12/4/2020). (Foto: Edo/Batamnews)

Karimun - Pengawasan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau semakin diperketat dengan pembatasan kedatangan dan karantina khusus pada warga yang baru datang. Terutama WNI yang tiba dari Malaysia dan penumpang kapal Pelni dari zona merah.

Pemberlakuan tersebut dimulai pada Minggu (12/4/2020). Penumpang KM Kelud masuk ke Karimun akan menjalani karantina selama 2 hari di Gedung SMP 2 Tebing, Karimun.

Kebijakan itu diputuskan dalam Rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Jumat (12/4/2020).

Rapat dihadiri oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Sekda sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, M Firmansyah, Kapolsek Balai Karimun, OPD, FKPD, KSOP.

Untuk melakukan penyaringan orang yang datang, petugas gabungan akan melakukan hal tersebut di setiap pintu masuk pelabuhan.

"Kebijakan bupati untuk memfilter dan menjaga Karimun lebih intens. Maka, kami Polsek Balai siap membackup Polsek KKP untuk membantu memilah orang dari luar Karimun yang datang untuk diarahkan menjalani Karantina," kata Kapolsek Balai Karimun, AKP Budi Hartono, Sabtu (11/4/2020).

Dikatakan Budi, karantina itu khusus WNI yang baru tiba dari Malaysia dan penumpang kapal KM Kelud dari zona merah Covid-19 seperti Sumatera Utara dan DKI Jakarta.

Usai karantina 2 hari, selanjutnya WNI dari Malaysia dan penumpang KM Kelud tersebut kemudian akan dikembalikan ke rumahnya masing-masing untuk melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari.

Sementara itu, penumpang dari Batam dan Tanjung Pinang akan dikarantina 2 hari di SMPN 2 Tebing jika menunjukkan gejala mengarah ke Covid-19. Misalnya suhu tubuh panas, batuk dan sesak nafas.

Peraturan berikutnya, warga yang bukan warga Karimun dan datang dari Selat Panjang dan Dumai, Riau akan dibatasi jumlahnya.

(aha)
Komentar Via Facebook :