Lockdown Berakhir, Angin Segar Industri di Batam dari China
Kawasan industri Batamindo. (Foto: istimewa)
Batam - Dunia usaha termasuk sektor yang paling terdampak di tengah efek kejut yang ditimbulkan dari wabah virus Corona atau Covid-19.
Namun, industri di Batam masih cukup kuat jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Aktivitas produksi di industri manufaktur masih berjalan dengan baik.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid mengatakan operasional industri masih tetap berjalan namun intensitas mulai diturunkan.
Jaga jarak juga diberlakukan di kalangan pekerja untuk mencegah penularan corona.
"Ada kesulitan mendapatkan bahan baku karena beberapa negara melakukan lockdown. Namun ketika China mulai pulih persoalan bahan baku industri Batam bisa sedikit membaik. Karena sebagian besar bahan baku industri di Batam diimpor dari China," kata Rafki kepada Batamnews, Selasa (7/4/2020).
Kondisi China yang sudah melepaskan status lockdown juga memberikan angin segar bagi industri Batam. Dimana industri bahan baku di beberapa daerah Negara Tirai Bambu itu mulai berproduksi.
"Yang kami khawatirkan, dengan kemungkinan penurunan permintaan dunia di tengah pandemi Corona ini," ucap Rafki.
Saat ini permintaan terhadap produk industri Batam terus masuk. Namun setelah permasalahan bahan baku selesai, Rafki berharap tidak berlanjut terhadap menurunnya permintaan berbagai produk industri Batam.
Ketika permintaan terhadap berbagai produk menurun, maka ini akan berimbas pada menurunnya aktivitas industri di Batam.
"Ketika aktivitas industri Batam menurun maka ekonomi Batam akan mengalami perlambatan yang signifikan. Ketika ekonomi melambat signifikan maka pengangguran di Batam akan melonjak drastis. Keadaan Ini tentu musibah besar bagi kita semua," papar Rafki.
Sektor usaha yang paling terdampak sampai saat ini masih sektor
pariwisata. Mulai dari penginapan, kuliner, arena rekreasi hingga wisata belanja.
Dimana Batam yang terletak di area perbatasan, selama ini sangat bergantung terhadap daya belanja wisatawan mancanegara.
"Kondisi dunia usaha Batam di tengah pandemi Covid-19 terus terang cukup sulit. Untuk menghemat biaya operasional banyak hotel dan tempat usaha sejenis memutuskan shutdown sampai kondisi membaik," ujar Rafki.
Pengusaha juga berharap ada stimulus ekonomi dari seluruh stakeholder. Stimulus ini bisa diberikan dengan maksimal agar aktivitas ekonomi tidak turun terlalu tajam di tengah kondisi saat ini, dan aktivitas masyarakat bisa pulih kembali dengan cepat.
Di tengah kondisi yang serba genting saat ini, Rafki juga berharap pemerintah lebih bisa memilih istilah terhadap kebijakan yang dibuat.
Dengan mengeluarkan kata karantina wilayah, hal ini disebut menambah kekhawatiran bagi investor. Terlebih Batam masih belum masuk zona merah dengan minimnya penambahan jumlah kasus harian.
"Terkait istilah karantina wilayah ini, Apindo Batam juga sudah menyurati Wali Kota Batam untuk lebih hati-hati menggunakan istilah yang tepat sesuai dengan peraturan perundang undangan yang ada. Karena setiap istilah yang dikeluarkan pemerintah, cukup sensitif bagi investor di Batam," jelasnya.
Komentar Via Facebook :