Serikat Pekerja: Jadi Ketua BSOA, Faktanya Banyak Pekerja Tewas di PT Bandar Abadi Shipyard

Serikat Pekerja: Jadi Ketua BSOA, Faktanya Banyak Pekerja Tewas di PT Bandar Abadi Shipyard

Galangan kapal PT Bandar Abadi Shipyard (Foto: Ist)

Batam - Tewasnya pekerja di galangan kapal PT Bandar Abadi Shipyard bukan kali ini saja. Sejumlah nyawa melayang di galangan tersebut. 

Sekretaris Garda Metal FSPMI Kota Batam Suprapto mengaku prihatin. Padahal, menurut Panglima Garda Metal FSPMI itu, PT Bandar Abadi Shipyard adalah Ketua Batam Shipyard and Offshore Association (BSO) Kota Batam.

"PT Bandar Abadi Shypiard merupakan ketua BSOA, tapi banyak kali pelanggaran K3 di sana, seharusnya memahami betul aturan, ternyata kenyataannya tidak," ujar Suprapto, Senin (30/3/2020) kepada batamnews.co.id.

Suprapto menambahkan, FSMTI tidak akan tinggal diam atas tewasnya Rian dan rekannya yang mengalami luka luka.

"Kami akan kawal kasus ini jika penyidik kepolisian telah memiliki calon tersangka dalam peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu," kata Suprapto.

Sebelumnya, Kapolres Barelang AKBP Purwadi Cahya Anggara menyebutkan, penyidik menduga menemukan adanya kelalaian dari managemen PT Bandar Abadi Shypiard. Pihaknya belum menetapkan tersangka.

Melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan mengatakan hingga saat ini polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik Mabes Polri cabang Medan. "Masih menunggu hasil labfor," ujar Andri.

Manager HRD PT Bandar Abadi Shipyard, Yon Cahyono mengatakan kejadian yang menewaskan seorang pekerja dan beberapa lainnya luka bakar itu murni kecelakaan kerja.

 

(jim)