Dampak Covid-19, Rian Ernest Sarankan Pemko Beri BLT Warga Sektor Informal

Dampak Covid-19, Rian Ernest Sarankan Pemko Beri BLT Warga Sektor Informal

Rian Ernest. (Dok. Batamnews)


Batam - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest mengapresiasi langkah-langkah Wali kota Batam, Rudi dan jajarannya dalam penanggulangan Covid-19 saat ini.

Rian mengatakan ada hikmah dari peristiwa di Batam yang terjadi saat ini, karena Batam bisa mengambil pelajaran dan praktek baik dari daerah-daerah lain yang pernah terkena sebelumnya.

“Di dalam peperangan manapun, kita tidak bisa perang buta. Pemetaan peperangan menjadi syarat mutlak memenangkan perang. Di sinilah pentingnya dilakukan tes secara masif kepada masyarakat Batam," ujar Rian.

Menurutnya Pemko Batam dikatakannya bisa mencontoh Korea Selatan dengan menyiapkan drive thru test meminimalisir biaya dan risiko penularan. "Warga bisa dilakukan pengujian langsung tanpa harus keluar dari mobil. Di samping itu, tentu di fasilitas kesehatan juga disiapkan protokol yang aman bagi tenaga kesehatan dan pasien lainnya, agar pasien suspect Covid-19 tidak menularkan penyakit ini,” ucapnya.

“Selain dari aksi nyata yang taktis, transparansi juga sangat penting. Buka informasi tempat dan acara yang sempat didatangi pasien positif COVID-19 agar warga lain bisa mawas diri dan segera melakukan isolasi diri bila pernah kena kontak," tambahnya.

Bacalon Wali Kota Batam jalur independen ini juga menyarankan dua langkah lain yang penting dan harus disiapkan.

“Pertama, membuat rencana penyiapan  ICU darurat, karena kita hanya ada 18 RS yang diduga kuat tidak akan sanggup menghadapi membludaknya pasien bila keganasan wabah sudah mendera. Salah satu aspek dari ICU tersebut adalah tersedianya ventilator yang dapat membantu pasien gawat yang mengalami susah napas. Kita harus sudah bersiap dengan lonjakan pasien dalam keadaan gawat. Kita terus berdoa dan waspada agar hal tersebut jangan sampai terjadi,” terangnya.

“Kedua, untuk menjaga harmoni sosial, mohon Bantuan Langsung Tunai kepada warga yang bekerja di sektor informal dan terkena dampak,” sarannya.

Hal itu lanjutnya, bisa dilakukan dengan jalan realokasi anggaran, menggeser dana untuk pelatihan, makan minum honor narasumber di dalam APBD, serta proyek-proyek pembangunan yang tidak mendesak.

"Atau juga menggunakan kas daerah yang masih ada. Mendagri telah menerbitkan Peraturan Mendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemda yang mengatur agar pengeluaran dilakukan melalui biaya tidak terduga untuk pengeluaran yang belum tersedia anggarannya. Ini dapat menjadi solusi untuk gerak cepat," sebut Rian.

Dengan banyaknya pabrik di Batam, ia yakin
Walikota bisa melakukan pendekatan kepada produsen di pabrik agar bisa memproduksi lebih masif lagi atau melakukan alih produksi untuk produk hand sanitizer, alat pelindung diri dan membagikannya kepada tenaga kesehatan di garis depan. Dan juga membuat ventilator untuk ICU yang sangat dibutuhkan seaindainya pasien kritis membludak.

“Kita hanya bisa melawan Covid-19 dengan bergerak bersama-sama dari unsur pemerintah daerah bersama dengan dunia usaha dan masyarakat,” tutup Rian. 

(fox)