Update Corona: 304.528 Orang Terinfeksi, 91.676 Sembuh, dan 12.973 Meninggal Dunia

Update Corona: 304.528 Orang Terinfeksi, 91.676 Sembuh, dan 12.973 Meninggal Dunia

Seorang petugas medis Vietnam sedang menyemprotkan disinfektan ke kereta api, sebagai tindakan untuk membasmi wabah virus corona. Gambar diambil di Hanoi, Vietnam, 19 Maret 2020.(Reuters/Kham)

Batam - Angka kasus terinfeksi virus corona di seluruh dunia masih terus meningkat. Hingga Minggu (22/3/2020) pagi, data John Hopkins University, menunjukkan, ada 304.528 kasus terinfeksi, 12.973 orang meninggal dunia, dan 91.676 orang sembuh.

Data sehari sebelumnya, 271.629 kasus, 11.282 orang meninggal dunia, dan 87.403 orang sembuh. China masih mencatatkan kasus tertinggi, yaitu 81.305 kasus.

Melansir CNN, selain China, negara dengan kasus terbesar lainnya adalah Italia dan Spanyol. Sementara itu, negara-negara dengan jumlah kematian tertinggi adalah Italia, China, dan Iran.

 

Bolivia karantina total

Pada Minggu (22/3/2020), Bolivia mengumumkan karantina total selama 14 hari. Masyarakat Bolivia harus berada di rumah sepanjang hari.

Dari setiap keluarga hanya satu orang yang boleh ke luar rumah untuk berbelanja. Sementara itu, apotek, rumah sakit, dan pusat kesehatan akan tetap buka seperti biasa. Angkutan umum dan pribadi akan ditangguhkan.

 

Kasus pertama narapidana positif corona di Brooklyn

Seorang narapidana di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn telah terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus ini adalah kasus pertama seorang narapidana yang dinyatakan positif corona.

Awalnya, seperti keterangan resmi lembaga berwenang, tahanan itu mengeluhkan nyeri di dadanya. Selanjutnya, ia dibawa ke rumah sakit dan menjalani uji tes corona.

Awalnya, seperti keterangan resmi lembaga berwenang, tahanan itu mengeluhkan nyeri di dadanya. Selanjutnya, ia dibawa ke rumah sakit dan menjalani uji tes corona.

 

Perkembangan lainnya di dunia

Singapura dan UEA

Singapura dan Uni Emirat Arab mengumumkan kematian pertama akibat virus corona. Singapura selama ini menjadi sorotan dunia karena dinilai dapat membatasi penyebaran virus corona tanpa ada laporan kematian.

 

Kuwait

Sementara itu, di Kuwait, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Kuwait Anas Al-Saleh mengumumkan pemberlakuan jam malam. Hal itu karena masyarakatnya tidak patuh terhadap instruksi yang disampaikan pemerintah. Jam malam itu berlaku selama 11 jam, mulai Minggu (22/3/2020) pukul 17.00 hingga Senin (23/3/2020) pukul 04.00.

 

Kolombia

Pada Jumat (20/3/2020), mengumumkan akan melakukan isolasi wajib selama 19 hari. Presiden Kolombia Ivan Duque mengumumkan isolasi dimulai pada Selasa, 24 Maret 2020. Isolasi berlangsung selama 19 hari, tepatnya hingga 13 April 2020.

Warga Kolombia hanya akan diizinkan pergi ke luar rumah untuk mengakses layanan kesehatan, membeli makanan, obat-obatan, ke bank serta kantor pos.

Sebelumnya, warga Kolombia diimbau melakukan isolasi. Pada Jumat lalu, Kolombia melaporkan 158 kasus virus corona tanpa kematian.

Sementara itu, di Italia, dengan jumlah kasus kematian terbanyak di dunia, Italia akan menggunakan pasukan bersenjata atau militer untuk menghadapi corona.

(fox)