Dampak Corona, Ketua PHRI Batam Bicara PHK di Sektor Perhotelan

Ilustrasi.

Batam - Tingkat hunian hotel di Kota Batam turun 30 persen. Hal ini terkait wabah virus corona yang sedang menjadi masalah dunia.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur mengatakan, akibat wabah ini kemungkinan besar ada kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kita tidak mengharapkan demikian, tetapi kemungkinan itu ada," ujar Mansur, Selasa (10/3/2020).

Ia menjelaskan jika kondisi ini terus terjadi dan belum ada perkembangan, maka pihak manajemen hotel bisa mengambil tindakan untuk PHK karyawannya.

"Sampai saat ini, kondisi pariwisata ataupun kunjungan wisatawan belum menunjukkan perbaikan sejak wabah ini muncul," kata Mansur.

Namun sejauh ini, Mansur menyampaikan belum ada anggota perhotelan yang akan melakukan PHK terhadap karyawan dalam waktu dekat.

Akan tetapi achievement atau pencapaian perhotelan maupun restoran tetap masih berada pada angka 40 persen. Padahal, sebelum wabah ini merebak, pencapaian hotel dan restoran berada pada angka 60 persen. "Keadaan ini harus segera dipulihkan, harus ada solusi," ucap Mansur.

Kendati begitu, pihaknya tetap optimis pemerintah bisa melakukan pencegahan dan penanggulangan masalah corona ini. "Kami juga ikut andil, untuk melakukan kampanye untuk pencegahan dan penanggulangan wabah penyakit ini," ujarnya.

Dampak virus corona ini juga sudah dirasakan di bidang pariwsata di Bali. Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara turun drastis, akibatnya banyak manajeman hotel di Bali melakukan PHK terhadap para karyawannya.

(ret)
SHARE US :