Gus Sholah Wafat

Romo Benny: RI Kehilangan Pejuang Demokrasi-Pluralisme

Romo Benny: RI Kehilangan Pejuang Demokrasi-Pluralisme

Gus Sholah (Foto:ist/kompas)

Jakarta - Rohaniawan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekaligus Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo berduka atas kepergian Kiai Haji Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Dia ingat betul momen terakhirnya dengan Gus Sholah.

"Terakhir beliau masih memberikan ucapan selamat Hari Natal tanggal 23 Desember," kata Benny kepada wartawan, Senin (3/2/2020).

Benny sudah mengenal Gus Sholah sejak 1996, saat pembakaran gereja-gereja dalam kerusuhan Situbondo. Selanjutnya, Benny menjadi saksi ide dan tindakan Gus Sholah yang konsisten terhadap keberagaman di Indonesia.

"Kita kehilangan tokoh bangsa yang berjasa dalam memperjuangkan nilai demokrasi dan pluralisme," kata Benny.

Gus Sholah juga dikenangnya sebagai pejuang hak asasi manusia (HAM), bahkan Gus Sholah pernah menjadi Wakil Ketua Komnas HAM. Perdamaian adalah kondisi yang senantiasa diperjuangkan Gus Sholah, karena itu juga adalah hak asasi semua rakyat Indonesia, di manapun wilayahnya.

"Perjumpan bersama Gus Sholah bersama mencari solusi untuk Papua Tanah Damai, bersama Gus Shlah waktu bertemu dengan para uskup Papua untuk mencari solusi perdamaian. Sejak itu, perjumpan cukup intensif mengatasi konflik Ambon dan Poso bersama dengan tim lintas agama," kenang Benny.

Konsistensi idealisme Gus Sholah terus terjaga, bahkan sampai gelaran Pilpres 2019 yang mengaduk-aduk emosi dan kepentingan banyak orang. Saat jelang Pilpres 2019, Benny ingat betul Gus Sholah berdialog di Pondok Pesantren Tebu Ireng.

"Beliau berpresan agar bangsa tetap menjaga Bhinneka Tunggak Ika, mengedepankan rekonsiliasi," pungkas Benny.

(*)