Foto: Heboh Warga di Natuna Tolak Evakuasi WNI dari Wuhan
Penolakan warga Ranai, Natuna setelah pemerintah memilih Natuna menjadi lokasi evakuasi WNI dari Wuhan. Mereka khawatir bahaya virus corona. (Foto: Batamnews)
Batam - Pemerintah mengambil keputusan untuk mengevakuasi ratusan WNI dari Wuhan ke tanah air. Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri akan dijadikan lokasi karantina dan observasi selama 14 hari, sebelum mereka dinyatakan benar-benar bebas dari virus corona.
Kendati demikian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menegaskan jika para WNI dalam keadaan sehat, usai dicek di Wuhan. Hanya saja, pengkarantinaan di Natuna ini agar 100 persen lebih aman dari segala kemungkinan yang ada.
Di lain hal, gelombang massa di Natuna memblokir akses masuk bandara saat ini. Mereka menolak Natuna jadi lokasi karantina. Berikut gambaran situasi yang kian menghangat di depan Gerbang Bandara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna:
.jpg)
Penolakan warga di Ranai Natuna memblokir pintu gerbang Bandara Lanud Raden Sadjad.

Ketua DPRD Natuna, Andes Putra mencoba menenangkan warga.
.jpg)
Aksi para unsur kepemudaan di Natuna, terkait kekhawatiran mereka Natuna dijadikan lokasi evakuasi dan karantina sementara ratusan WNI dari Wuhan, China

Gelombang massa terjadi di Ranai, Kabupaten Natuna. Mereka melakukan aksi Jl Soekarno-Hatta, di depan gerbang Bandara Raden Sadjad, Ranai. Sabtu (1/2/2020).

Komentar Via Facebook :