Antisipasi Virus Corona, Nolita 9 Jam Pantau Suhu Tubuh Penumpang Kapal

Antisipasi Virus Corona, Nolita 9 Jam Pantau Suhu Tubuh Penumpang Kapal

Nolita saat memantau suhu tubuh di terminal kedatangan internasional Pelabuhan SBP. (Foto: Adi/batamnews)

Tanjungpinang - Wabah virus Corona membuat semua pihak waspada. Negara-negara di seluruh dunia bersiaga, tak terkecuali Indonesia.

Di Kepulauan Riau, instansi terkait berjibaku di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan. Maklum, Kepri merupakan wilayah yang letaknya di perbatasan.

Alat pemantau suhu tubuh atau thermalscan dipasang. Semua penumpang yang masuk dipantau satu persatu.

Tugas pemantauan ini, dilaksanakan oleh seorang Nolita Sephana, Kasi Pengendalian Karantina dan Surveillance Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjungpinang.

Mata perempuan ini langsung mengamati monitor berukuran 32 inchi, begitu penumpang internasional masuk ke Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang dari luar negeri.

Para penumpang pun berbaris memanjang antre pemeriksaan fisik menggunakan thermalscan. Jika suhu tubuh di atas 38 derajat celcius akan berbunyi alarm.

Dalam satu hari, Nolita mememeriksa suhu tubuh 600 lebih penumpang termasuk anak buah kapal (ABK).

"Satu persatu kita lihat suhu tubuhnya, ini untuk kedatangannya saja," kata Nolita, kemarin.

Ia mengatakan, bagi penumpang yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius akan terlihat di monitor. Suhu tubuh tinggi itu salah satu gejala wabah Corona yang terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. 

"Gejalanya itu sesak nafas, batuk dan demam dan suhu mencapai 38 C ke atas," jelasnya.

Dalam satu hari kerja, Nolita mengawasi kedatangan penumpang ini selama 9 jam. Melelahkan, namun itulah tugas demi menjaga Tanjungpinang steril dari virus Wuhan.

Ia menjelaskan, dalam satu hari sedikitnya 9 kapal yang bersandar di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Kapal itu mengangkut penumpang dari Malaysia dan Singapura.

"Setiap hari itu kapal tak menentu masuk ada beberapa, setiap kapal bersandar kita periksa penumpang hampir satu jam lah, tapi tak pasti juga, sebab jumlah penumpangnya tak pasti," ujarnya. 

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjungpinang, Agus Jamaluddin mengatakansejauh ini belum ada ditemukan penumpang terpapar virus Corona. Namun pihaknya tetap melakukan pencegahan sesuai arahan pusat.

"Tak hanya di Tanjungpinang saja, hampir setiap daerah melakukan pengawasan, Alhamdulillah saat ini belum ada ditemukan," ujarnya.

(adi)