Lima Nelayan Indonesia Diculik di Perairan Malaysia

Lima Nelayan Indonesia Diculik di Perairan Malaysia

Ilustrasi.

Sabah - Lima nelayan Indonesia diculik dari tepi timur perairan Sabah, tepatnya di Lahad Datu oleh kelompok Abu Sayyaf dari Filipina selatan.

The Star melaporkan enam pria bersenjata berpakaian hitam menculik lima dari delapan nelayan mereka dari kapal pada hari Kamis (16/1/2020) sekira pukul 20.00 waktu setempat.

Komandan Komando Keamanan Sabah Timur (Esscom) Datuk Hazani Ghazali mengatakan orang-orang bersenjata itu berada di sebuah speedboat dan melarikan diri ke negara tetangga setelah mengambil lima sandera.

Hazani mengaku mendapat laporan dari nelayan setempat pada Jumat (17/1/2020) yang menyebut telah melihat jaring ikan di daerah tersebut tetapi tidak dapat menemukan pukat atau krunya di sekitar perairan Tambisan.

Pasukan keamanan di bawah Esscom dikirim ke daerah itu segera dan pada jam 9 malam (Jumat), mereka menemukan kapal pukat menuju Tambisan dan menemukan tiga anggota awak di dalam.

Para awak yang diculik adalah kapten kapal pukat itu Arsyad Dahlan, 41, La Baa, 32, Riswanto Hayano, 27, Edi Lawalopo, 53, dan Syarizal Kastamiran, 29. Semuanya adalah orang Indonesia yang bekerja di perusahaan perikanan yang berbasis di Sandakan.

Kelompok-kelompok penculikan untuk tebusan di bawah kendali orang-orang bersenjata Abu Sayyaf Salip Murah dan Mike Apo telah mengintai di sepanjang perbatasan laut antara Sabah dan rantai pulau Tawi Tawi Filipina dalam perburuan mereka untuk target nilai.

Perairan Tambisan yang berjarak hampir 10 menit dari pulau Tawi Tawi telah menjadi lokasi penculikan sebelumnya.

(*)