Ruas Simpang Frengky-Simpang Gelael Gelap Tanpa Penerangan Jalan

Kecelakaan mobil Honda Jazz yang rusak parah karena kecelakaan akibat minimnya penerangan jalan di Jalan Laksmana Bintan. (Foto: Batamnews)

Batam - Setelah banyak memakan korban, proyek pelebaran jalan di ruas Jalan Laksmana Bintan dari Simpang Frengky menuju Simpang Gelael, Batam Kota baru akan dilengkapi penerangan jalan pada tahun ini.

Gelapnya ruas jalan tersebut pada malam hari, dikeluhkan oleh warga. “Gelap sekali, jadi susah untuk berkendara,” ujar Sinta, salah seorang pengguna jalan, Jumat (17/1/2020). 

Sejak dilebarkan oleh Pemerintah Kota Batam, jalan tersebut memang belum dipasang lampu jalan. Warga yang melintas  harus ekstra hati-hati karena ada beberapa bagian ruas jalan yang tidak rata. 

Selain ruas jalan Laksmana Bintan, lampu jalan di Jalan Dipenogoro atau lebih tepatnya dari Sei Temiang menuju lampu merah Sei Harapan juga belum ada. 

Ruas jalan yang tersebut baru ditambahkan jalur baru dan pada jalur baru tersebut  tidak ada lampu jalan. 

Padahal sekitar ruas jalan tersebut merupakan kawasan hutan, sehingga kondisi jalan pada malam hari sangat gelap. Pengguna jalan hanya dapat mengandalkan lampu kendaraannya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM-SDA) Kota Batam, Yumasnur mengakui pengadaan lampu jalan di ruas jalan tersebut belum diprogramkan. 

Akan tetapi pada tahun ini, program pengadaan lampu jalan akan ditambahkan.

“Tahun ini mau kami masukkan program lampu jalan itu,” ujarnya. 

Sedangkan lampu jalan di Sei Temiang menuju Sei Harapan, Yumasnur menyampaikan belum ada program penambahan lampu jalan dengan alasan proyek jalur baru belum selesai.

“Nanti setelah jalur baru selesai, baru diprogramkan,” kata dia.

Pada Juli 2018 lalu, proyek pelebaran jalan di ruas Jalan Laksamana Bintan ini memakan korban. 

Baca: Mobil Jazz Rusak Parah Tabrak Material Pelebaran Jalan, Korban: Batunya Terlalu Tengah

Sebuah mobil Honda Jazz mengalami kecelakaan setelah menabrak material pembangunan jalan hingga rusak di bagian depan. 

Mobil BP 1402 WD yang dikendarai Rei saat itu melaju dari arah Simpang Frangki, Batam Center. Tiba-tiba sesampai di depan Kenji Global Center Rei ia hampir menabrak gerobak di tepi jalan. 

Dia kemudian membanting setir dan menghantam tumpukan batu pembatas proyek. Situasi yang gelap dan tidak ada rambu penanda menjadi pemicu kecelakaan.

Rei mengaku tidak melihat batu tersebut. "Batu itu terlalu ke tengah," katanya. Selain itu di sana juga tidak terdapat marka jalan yang bisa sebagai pedoman tengah ada pengerjaan jalan.

(ret)