Penembakan Saat Syuting Video Klip di Texas, Dua Orang Tewas

Penembakan Saat Syuting Video Klip di Texas, Dua Orang Tewas

Ilustrasi.

Insiden penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Penembakan pada Jumat terjadi di Texas dan menewaskan dua orang, sementara tujuh lainnya terluka. Insiden ini terjadi saat proses syuting video klip, demikian kata pihak berwenang.

"Kami sekarang bersama sembilan korban luka: dua dikonfirmasi meninggal di TKP, satu orang kritis, yang lainnya masih di rumah sakit," kata petugas Kepolisian County Harris, Ed Gonzales melalui Twitter, dilansir dari Gulf News, Minggu (29/12/2019).

Dalam konferensi pers, Gonzales mengatakan penembakan yang menyasar sekelompok pemuda Hispanik berusia 20 tahunan itu terjadi pada Jumat sekitar pukul 21.30 di tempat parkir di lingkungan perumahan Houston.

Sebuah video diunggah di Twitter pada Sabtu pagi oleh reporter Houston Chronicle menunjukkan ceceran darah di lantai parkiran dan mobil-mobil penuh lubang peluru.

"Ada kendaraan lain yang diparkir di sana, dan mereka sedang syuting video musik ketika, tiba-tiba, mereka disergap, kami meyakini pelakunya seseorang di dalam mobil dan/atau yang berjalan kaki yang melepaskan tembakan ke tempat parkir," kata Gonzalez.

Polisi sampai sejauh ini belum mengetahui motif penembakan tersebut.

Menurut pihak berwenang, sekitar 40.000 orang tewas akibat serangan senjata pada 2017 di AS, negara yang sering dilanda serangan bersenjata.


Penembakan di Barber Shop

Polisi di Texas tengah memburu seorang pria yang menembak seorang tukang cukur di salon atau barber shop karena tidak suka dengan potongan rambut anaknya yang berusia 13 tahun. Pelaku disebut kabur dari TKP pada Sabtu di pinggiran kota Houston, Texas, Amerika Serikat menggunakan mobil sedan abu, demikian pernyataan Kantor Polisi County Harris.

Insiden tersebut bermulai ketika pria tersebut komplain kepada tukang cukur kalau anaknya tak dicukur dengan layak. Setelah komplain, pria tersebut pulang, kata detektif Kantor Polisi County Harris, Wallace Wyatt kepada NBC News yang berafiliasi dengan KPRC di Houston, dilansir pada Selasa (24/12).

Namun kemudian pria tersebut kembali ke barber shop yang berlokasi di Katy, di barat Houston, dan tukang cukur itu bersedia memperbaiki potongan rambut anak pria tersebut tanpa perlu membayar lagi. Namun kemudian terjadi cekcok pada jam lima sore.

Tukang cukur tersebut ditembak tiga kali. KPRC melaporkan kondisinya stabil.

Penyelidik telah mengidentifikasi pria tersebut. Demikian disampaikan Departemen Kepolisian melalui Twitter pada Senin. Belum ada tuntutan yang diajukan, dan polisi meminta tersangka menyerahkan diri dan menjelaskan secara langsung apa yang terjadi.

"Itu salah satu (insiden) terburuk yang pernah saya dengar," kata Wyatt tentang penembakan itu.

"Apalagi ketika anakmu ada di sini menyaksikan apa yang kamu lakukan," pungkasnya.

(*)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews