Optimisme Kepri Wujudkan Target 3 Juta Kunjungan Wisman

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar.

Batam - Kepulauan Riau ditarget bisa mendatangkan 3 juta wisatawan mancanegara oleh Kementerian Pariwisata pada 2019 ini. Namun hingga Oktober 2019, baru tercatat 2,3 juta wisman yang berkunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar optimis target tersebut bisa terpenuhi hingga Desember ini. Minimal, ada 2,8 juta wisman berkunjung ke Kepri hingga akhir tahun 2019.

Biasanya, lanjut dia, kunjungan wisman November mampu mencapai 200 ribu orang. Sedangkan untuk Desember bisa mencapai 300 ribu. 

Dengan perkiraan 500 ribu jumlah kunjungan ke Kepri pada dua bulan terakhir, Buralimar yakin jumlah kunjungan wisman ke Kepri akan mampu melebihi angka kunjungan di tahun sebelumnya sebesar 2,6 juta. 

"November pun saat ini juga sudah lewat, jadi kita tinggal tunggu datanya saja. Kita optimis lebih tinggi dari tahun kemarin, mudah-mudahan bisa capai 3 juta kunjungan," kata dia. 

Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisman ke Kepri berkembang dengan baik. Bahkan presentasi peningkatannya lebih tinggi dari peningkatan secara Nasional dan Bali. 

Dari tahun sebelumnya, jumlah kunjungan ke Kepri diprediksi meningkat 12,4 persen dan mencatatkan provinsi ini sebagai penyumbang wisman kedua setelah Bali untuk Nasional. 

Saat ini kunjungan terbanyak di Kepri masih diduduki oleh Singapura, disusul Malaysia kemudian Tiongkok. Namun jumlah kunjungan dari Malaysia tahun ini mengalami penurunan. 

"Mengingat potensi Kepri yang besar, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru," ucapnya. 

Pada 2020, target pariwisata Kepri tidak lagi pada jumlah kunjungan wisman, tetapi pada total pengeluaran belanja wisman di Kepri. 

Sehingga target wisman kedepannya tidak lagi Singapura dan Malaysia tetapi India, Korea dan Jepang ditargetkan mengalami peningkatan.

"Tahun depan target akan kita benahi paradigmanya, jadi kita targetkan kualitas pariwisata, jadi spendingnya lebih diutamakan," ujarnya. 

Dengan meningkatnya kualitas kunjungan, diharapkan mampu berdampak pada semua sektor ekonomi baik kuliner, penginapan, oleh-oleh, dan transportasi. 

Untuk Singapura sendiri, ditargetkan tetap menjadi pintu masuk penghubung wisatawan, dari berbagai negara ke Kepri. 

"Jadi Rp 15 juta - Rp 16 juta uang mereka yang masuk ke Singapura, beberapa persennya bisa masuk juga ke Kepri melalui terusan kunjungan tersebut," tutupnya. 

(das)
SHARE US :
Komentar Via Facebook :