Petugas PKP-PK Hang Nadim Sigap Padamkan Rajawali Air yang Terbakar
Simulasi pemadaman pesawat terbakar dalam latihan Emergency Exercise di Bandara Hang Nadim, Batam, Kamis (28/11/2019). (Foto: Dyah/Batamnews)
Batam - Bandar Udara Hang Nadim Batam menggelar pelatihan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadaman Kebakaran (PKP-PK), Kamis (28/11/2019). Pelatihan ini mensimulasikan kecelakaan pesawat disebut Rajawali Air yang terjadi di wilayah Bandara Hang Nadim, Batam.
Kegiatan ini melibatkan 700 personel yang mengikuti pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) tersebut. Sebanyak 125 personel dari kelompok keamanan turut dikerahkan dalam latihan penanggulangan keadaan darurat tersebut.
Unsur lainnya juga datang dari kelompok medis sebanyak 44 personel, 164 personel dari kelompok pertolongan, relawan sebanyak 160 personel, AirNav sebanyak 20 personel.
“Kita melibatkan unsur-unsur tersebut apabila kiranya nanti terjadi hal yang tidak diinginkan, semuanya bisa berperan aktif dalam ikut membantu penyelamatan,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso.
Lanjut Suwarso, agenda tersebut masuk ke dalam kegiatan dua tahunan yang telah diamanatkan oleh Menteri Perhubungan tentang peraturan keselamatan penerbangan sipil di lingkungan bandara.
“Kita selaku pengelola bandara di Indonesia, wajib melakukan kegiatan yang berskala besar maupun kecil terkait keselamatan penerbangan sipil. Sebagai mana untuk skala kecil kita lakukan tiap 3 bulan sekali, sedangkan untuk skala besar kita lakukan setiap 2 tahun sekali,” ujarnya.
Suwarso mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk menguji kemampuan dari unit PKP-PK agar selalu siap sedia jika terjadi keadaan darurat. “Kegiatan ini juga untuk menguji personel, fasilitas, prosedur, koordinasi dan fungsi komunikasi, apabila terjadi penanggulangan keadaan darurat,” imbuhnya.
Sementara itu, BP Batam secara umum sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh BUBU Hang Nadim. Hal tersebut disampaikan oleh Purwiyanto, selaku Wakil Kepala BP Batam usai mengikuti agenda latihan.
“Ini merupakan suatu kegiatan yg sangat penting ketika ada keadaan darurat. Kegiatan ini juga perlu dilakukan secara rutin agar lebih memperhatikan hal-hal kecil dalam penyelamatan,” tutupnya.
Komentar Via Facebook :