`Hanya Manusia` Kupas Pentingnya Waspada Penculikan dan Trafficking

`Hanya Manusia` Kupas Pentingnya Waspada Penculikan dan Trafficking

Salah satu adegan dalam film Hanya Manusia yang akan tayang mulai 7 November. (Foto: istimewa)

Batam - Film yang lekat dengan citra polisi kembali mewarnai layar lebar nasional. Hanya Manusia hadir dengan mengangkat cerita anggota kepolisian membongkar kasus perdagangan manusia dan penculikan.

Sinema yang mulai tayang 7 November mendatang mengisahkan seorang abdi negara yang ditugaskan untuk mengusut sebuah kasus human trafficking.

Pemeran utama film ini adalah aktris Prisia Nasution yang berperan sebagai Annisa. Dia tergabung dalam Satuan Resersekriminal Umum Polres Metro Jaya Utara, bersama Iptu Aryo yang diperankan oleh Lian Firman ditugaskan untuk mengusut sebuah kasus perdagangan manusia.

Annisa yang merupakan seorang perwira muda yang dihadapkan dengan pilihan sulit antara tugas dan keluarga. Annisa harus memecahkan masalah atau teror penculikan anak-anak perempuan di bawah umur dan di situ adiknya sendiri turut serta menjadi korban dari sindikat penculikan.

“Setelah melihat trailer Film Hanya Manusia, sungguh sangat layak untuk disaksikan bersama dengan keluarga. Film ini mengangkat kisah kemanusian, perdagangan manusia dan penculikan ini bisa saja terjadi, terutama di wilayah Provinsi Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga″ ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Saptono Erlangga, Senin (4/11/2019).

″Dengan bersama-sama menyaksikan film ini tentu akan mendapat edukasi dan pembelajaran yang ada di dalam film tersebut″ kata Erlangga lagi.

Selain, Prisia Nasution dan Lian Firman, film ini juga dibintangi oleh Yama Carlos, Tegar Satrya, Verdi Solaiman, dan Soleh Solihun, disutradarai Tepan Kobain dan penulis skenario Monty Tiwa.

(ude)
 

(ude)