Udin Sihaloho Dukung Langkah Pemko Batam Revitalisasi Pasar Induk Jodoh

Anggota Komisi II DPRD Batam, Udin P Sihaloho. (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Penertiban Pasar Induk Jodoh untuk direvitalisasi dilakukan hari ini. Pemko dan BP Batam melakukan pengosongan, kendati mendapat penolakan dari beberapa pedagang untuk direlokasi sementara.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menegaskan pihaknya sangat setuju rencana perbaikan pasar induk jodoh tersebut. “Supaya terawat juga, kalau sekarang kan kondisinya sudah memprihatinkan,” ujar Udin, Rabu (30/10/2019).

Revitalisasi Pasar Induk Jodoh menggunakan APBN senilai Rp 200 miliar. Anggaran tersebut diusulkan oleh pemerintah provinsi Kepulauan Riau yang diperuntukkan bagi pasar di Batam dan Tanjungpinang.

Menurut Udin, anggaran yang cukup besar tersebut menjadi pertimbangan dari pedagang sehingga mau ditertibkan. “Karena dengan anggaran tersebut, daerah lain banyak yang memperebutkan, sayang sekali kalau kita tidak siap membangun kembali pasar tersebut,” kata dia.

Ia mendukung revitalisasi pasar induk tersebut, karena sudah dengan perencanaan yang cukup matang. Pemko sudah melakukan studi ke beberapa pasar yang ada di Indonesia. “Sehingga ketika diaplikasikan di Batam, saya kira sangat cocok,” kata dia.

Terkait keluhan pedagang yang direlokasi ke lahan milik swasta selama proses revitalisasi ini, Udin menyampaikan bahwa proses tersebut merupakan hal wajar.

Jika tidak ingin menyewa di lahan tersebut dengan waktu yang lama, pedagang sebaiknya cepat bergerak atau mau direlokasi. “Artinya cepat bergerak, cepat dipindahkan, semakin cepat proses berjalan,” kata dia.

Pihaknya meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dapat mendata para pedagang. Agar setelah pasar direvitalisasi maka pedagang bisa segera dipindahkan. “Pro kontra itu biasa dengan kondisi seperti ini,” tukasnya.

(ret)

SHARE US :