Puluhan Orang Tewas Saat Demonstrasi di Irak

Massa demonstrasi membawa bendera Irak dalam aksi di Baghdad, Kamis (3/10/2019) (Foto:ist/AFP)

Jakarta - Unjuk rasa yang berujung bentrok dengan aparat keamanan di Irak membuat lebih dari 60 orang tewas. Meski korban tewas dan luka-luka terus meningkat, warga terus berkumpul melakukan demonstrasi.

Ratusan warga berkumpul dan berjongkok di Alun-alun Tahrir, Baghdad. Sudah hampir sebulan warga Irak tak henti-henti melakukan demonstrasi untuk mendesak pemerintah terutama demonstran menuntut Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi melakukan reformasi, melawan korupsi, dan memperbaiki perekonomian.

"Kami di sini untuk menjatuhkan seluruh pemerintahan. Untuk menyingkirkan mereka semua!" kata seorang pemrotes, seperti dikutip dari AFP, Minggu (27/10).

Aparat keamanan berusaha membubarkan aksi dengan menembakkan gas air mata. Namun, cara itu tak berhasil. Dua pengunjuk rasa justru tewas karena terkena kaleng gas air mata. Aparat juga sempat menggunakan peluru tajam untuk menekan aksi yang terus memanas.

Kondisi di Baghdad kini semakin kacau. Beberapa pengunjuk rasa naik ke atas pusat bisnis dan mengibarkan bendera Irak. Demonstran juga membakar ban di jalan-jalan yang dipenuhi sampah.

Sejumlah tenda juga didirikan para sukarelawan sebagai posko untuk membagikan makanan dan minuman kepada para pengunjuk rasa, terutama perempuan dan siswa.

Pasukan keamanan berjaga di tepi Alun-alun Tahrir. Kendaraan lapis baja juga berjaga di distrik-distrik sekitarnya.

(*)