Napi Lapas Batu 18 Tiga Kali Bersikap Aneh Sebelum Gantung Diri

Napi Lapas Batu 18 Tiga Kali Bersikap Aneh Sebelum Gantung Diri

Lapas Batu 18 Tanjungpinang. (Foto: Batamnews)

Dodo

Bintan - Narapidana kasus narkoba, Rustam yang ditemukan tewas di sel tahanan pengasingan Lapas Kelas II A Tanjungpinang diduga mengalami depresi berat. Sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan celana jeans miliknya sendiri.

Kelapa Lapas (Kalapas) Kelas II A Tanjungpinang, Mishbahuddin mengatakan Rustam merupakan salah satu narapidana kasus narkoba yang memiliki perilaku aneh dibandingkan ratusan napi lainnya.

"Rustam tidak mengalami ganggan kejiwaan cuma agak sedikit aneh saja. Saya juga tak ngerti kenapa dia bisa seperti ini," ujar Mishbahuddin, Sabtu (26/10/2019).

Mishbahuddin menceritakan bahwa Rustam divonis penjara selama 11 tahun oleh pengadilan karena kasus narkoba. Namun dia baru menjalankan masa tahanan selama 3 tahun yaitu dari 2016 lalu. 

Sebelum menempati sel tahanan di Lapas Batu 18, Rustam juga sempat ditahan di lapas lain yaitu di Lapas Tanjungbalai Karimun dan Kota Batam.

"Jadi dia itu dipenjara di Lapas Tanjungbalai dulu. Kemudian di lapas Kota Batam dan dipindahkan ke lapas sini," katanya.

Selama menjalani masa tahanan di lapas ini, kata Mishbahuddin, awal-awalnya Rustam menunjukan perilaku yang wajar. Namun beberapa bulan terakhir kelakuannya sedikit aneh.

Baca: Napi Narkotika Gantung Diri di Sel Pengasingan Lapas Batu 18

Aksi pertama dimulai dengan berusaha kabur dari Lapas Batu 18 pada dua bulan yang lalu. Rustam nekat kabur dengan cara memanjat plafon lapas namun belum berhasil keluar aksinya sudah tepergok oleh petugas penjaga. 

"Dua bulan lalu Rustam mau coba kabur. Namun saat berada di atas plafon korban tak dapat keluar karena pelapis plafon adalah besi. Saat itu aksinya diketahui oleh petugas lapas," jelasnya.

Aksi korban yang berusaha kabur ini akhirnya dilaporkan oleh pihak lapas kepada pihak keluarga korban. Tujuannya agar pihak keluarga memberikan nasehat agar korban tidak melakukan hal-hal aneh yang akan merugikan dirinya sendiri.

Namun berselang satu bulan kemudian, kelakuan Rustam semakin parah. Di hadapan tahanan lain, dia nekat mencoba bunuh diri dengan cara membenturkan kepalanya ke dinding sel.

"Kepalanya bocor dan banyak keluar darah. Saat itu kami larikan korban ke RSUP Kepri Ahmad Thabib untuk mendapatkan penanganan. Kami juga laporkan kejadian ini ke pihak keluarga," sebutnya. 

Setelah kondisinya pulih dari luka bagian kepala, Rustam kembali melakukan aksi anehnya yang ketiga yaitu membuat rusuh dan ricuh di sel tahanannya sendiri. 

Tanpa sebab Rustam mengganggu tahanan lain yang menghuni satu sel tersebut. Akibatnya menimbulkan kegaduhan.

"Kami khawatir jika Rustam menusuk atau membunuh napi lain yang mendiami satu sel. Makanya dia kami pindahkan ke sel pengasingan," ucapnya.

Di sel pengasingan, Rustam tidak sendiri melainkan berdua yaitu bersama seorang napi lagi. Selama beberapa pekan, kelakuan dia dan seorang napi di sel tersebut tidak menuai masalah.

Namun Sabtu (26/10/2019) dini hari, Rustam mengakhiri aksi-aksi anehnya lagi dengan cara gantung diri dengan celana jeansnya sendiri.

"Keluarga Rustam sudah menerima semuanya. Bahkan mereka akan segera membawa jasad Rustam dan memakamkannya di kampung halaman yaitu di Tanjungbalai Karimun," katanya. 

(ary)
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :