Cerita Polisi yang Istrinya Digerebek Selingkuh dengan Dokter

Cerita Polisi yang Istrinya Digerebek Selingkuh dengan Dokter

Bidan MY (menutupi wajah) dibawa oleh dua orang Polwan. (Foto: detikom)

Mojokerto - Perselingkuhan istri Brigadir KN, bidan MY, dengan seorang dokter RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, sudah berjalan sekitar satu tahun. Hubungan asmara terlarang itu akhirnya terbongkar hingga mencuat ke publik setelah adanya penggerebekan beberapa waktu lalu. Seperti apa kisahnya?

Brigadir KN mengaku mulai menaruh curiga terhadap istrinya sejak Januari 2019. Salah satunya karena perubahan sikap dan perilaku bidan MY. Wanita berjilbab dengan paras ayu ini bekerja tanpa pernah libur. Ibu dua anak itu menjadi bidan di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

"Dia kerja tidak pernah libur, mintanya macam-macam. Minta rumah, mobil, ponsel. Mobil saya utangkan, kalau rumah dibuatkan orang tua saya untuk saya dan keluarga, ponsel saya belikan," kata anggota Polsek Puri, Kabupaten Mojokerto, Selasa (8/10/2019) kepada detikom.

Kecurigaan Brigadir KN mulai terjawab. Pada bulan yang sama, dia memergoki komunikasi istrinya dengan dr AD melalui media chatting WhatsApp. Dr AD merupakan dokter spesialis ortopedi tulang belakang yang juga berdinas di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo.

Dalam komunikasi tersebut, dr AD terkesan memberikan perhatian kepada bidan MY. Bidan MY juga merespons perhatian tersebut. Namun, saat ditegur oleh Brigadir KN, bidan MY berdalih sebatas komunikasi sebagai rekan kerja.

"Kalau komunikasi soal kerjaan, saya tidak ada masalah. Namun komunikasinya sudah memberi perhatian ke istri saya. Saat itu saya minta kepala ruangan Tribuana (RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo) supaya mengingatkan si dokter karena saya belum tahu orangnya. Istri saya juga saya peringatkan supaya ingat dengan kedua anak kami," ujar Brigadir KN.

Namun hubungan terlarang bidan MY dengan dr AD semakin nekat. Pada Maret 2019, keduanya nekat berkomunikasi melalui telepon saat menjelang Subuh. Padahal saat itu bidan MY sedang di rumah Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Brigadir KN juga sedang di rumah.

"Saya bangun mau salat Subuh dengar suara orang bisik-bisik. Ternyata istri saya sedang teleponan dengan dokter itu (dr AD). Teleponnya pakai ponsel yang dibelikan dr AD yang disembunyikan istri saya di dalam mesin oven," ungkapnya.

Hal itu membuat Brigadir KN marah. Saat itu istrinya berdalih teleponan dengan dr AD sebatas membicarakan persoalan pasien. Namun dia tak percaya begitu saja. Dia meminta bidan MY menelepon dr AD.

"Si dokter mengatakan sudah berhubungan dengan istri saya selama 6 bulan. Saya klarifikasi ke rumah sakit, dimediasi sama direktur rumah sakit bulan April 2019. Saat itu saya cuma minta tolong supaya mereka minta maaf secara tertulis ke saya, tapi mereka tidak mau ngaku. Alasannya hubungan mereka seperti anak dengan bapak," terangnya.

Perselisihan itu, lanjut Brigadir KN, membuat istrinya memilih pulang ke rumah orang tuanya dengan alasan menenangkan diri. Sementara itu, dirinya harus merawat kedua anaknya yang masih kecil.

Puncaknya pada Selasa (1/10) pagi. Brigadir KN ditelepon oleh warga Villa Royal Regency, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Warga memberikan informasi bahwa istrinya sedang di rumah dr AD. Sekitar pukul 08.00 WIB, dia pun sampai di rumah tersebut.

"Saya sampai lokasi sudah banyak orang. Mungkin orang-orang sudah jengkel karena rumah itu dipakai bawa istri saya. Saya minta tolong ke Bhabinkamtibmas setempat supaya saya diredam kalau emosional. Memang posisi mereka (bidan MY dan dr AD) berdua di dalam rumah. Saya emosi, tapi sebisa mungkin saya redam," tandasnya.

Bidan MY dan dr AD diserahkan ke Polres Mojokerto Kota untuk diproses hukum. Saat ini polisi telah meningkatkan status perkara mereka ke tahap penyidikan. Hasil visum terhadap bidan MY juga menunjukkan adanya indikasi pidana perzinaan.

Saat ini penyidik sedang menuntaskan pemeriksaan terhadap para saksi. Selanjutnya perkara perzinaan bidan MY dengan dr AD akan digelar untuk menentukan tersangkanya.

(*)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews