Kabut Asap Kian Pekat Minggu Siang di Batam, Kualitas Udara Memburuk

Kabut Asap Kian Pekat Minggu Siang di Batam, Kualitas Udara Memburuk

Kualitas udara menurun di Batam akibat kabut asap kiriman dari Riau, Minggu (22/9/2019). (Foto: Batamnews)

Batam - Kabut asap tampak begitu pekat menyelimuti Batam, Minggu (22/9/2019). Jarak pandang (visibilitas) berkurang dari biasanya. Sementara itu kualitas udara termasuk kategori tidak sehat.

Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit  (BTKLPP) Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto mengatakan, berdasarkan hasil pantauannya sejak pagi, kadar ISPU di Batam berkisar antara 136 hingga 172.

"Kualitas udara paling buruk terjadi sekitar pukul 6.00 WIB, yaitu 172. "Itu temasuk tidak sehat," kata dia, kepada Antara, Minggu (22/9/2019).

Kualitas udara dikatakan sehat bila ISPU antara 01 hingga 100, tidak sehat ISPU antara 101-199, sangat tidak sehat ISPU 200-299, berbahaya ISPU 300-399 dan sangat berbahaya bila ISPU di atas 400.

Ia mengatakan untuk membantu masyakarat agar tidak terpapar jerebu yang kian tebal, maka BTKLPP Kelas I Batam turut membagi-bagikan masker kepada pengguna jalan raya.

 

 

"Kami membagi-bagikan 3.000 lembar masker di beberapa persimpangan jalan, antara lain di titik lampu lalu lintas Kaliban," kata dia.

Sementara itu, warga Kota Batam makin mengeluhkan tidak tahan atas kondisi udara yang mengandung asap

"Mata mulai perih hari ini. Kemarin-kemarin langit sudah biru, udara juga agak segar. Tapi hari ini udara pekat lagi," kata warga Batam, Emi.

Sementara itu, pantauan satelit Himawari yang dirilis BMKG menampakkan pantauan Citra Sebaran Asap di wilayah Indonesia Bagian Barat. Secara umum adanya penguatan angin yang bergerak dari arah Timur menyebabkan pergerakan asap kecendrungan ke wilayah Barat.

 

(fox)