Peresmian Masjid Sultan: Air Wudhu Habis Hingga Jemaah Tersesat Luasnya Masjid
Dua orang pelajar menggunakan air mineral botol untuk berwudhu saat air keran di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah kering. (Foto: Yogi/Batamnews)
Batam - Peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dibanjiri lautan umat, Jumat (20/9/2019) siang. Tidak hanya jemaah dari Batam juga datang ribuan jemaah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura di masjid yang berada di Tanjung Uncang, Kota Batam tersebut.
Peresmian dikemas dengan tabligh Akbar Kemilau Muharam 1441 Hijriah. Dua penceramah kondang Ustaz Abdul Somad dan Ustadz Mohammad Kazim bin Elias dari Malaysia dihadirkan.
Sejak pagi ribuan jemaah sudah berdatangan. Jalan sepanjang depan masjid macet total.
Acara diawali dengan sambutan mulai dari Walikota Batam Muhammad Rudi, hingga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin. Setelah itu dilanjutkan ceramah UAS
Namun hendak menjelang salat jumat, jemaah mengeluhkan air untuk berwudhu di masjid terbesar Sumatera itu habis.
"Air disini mati," ujar salah seorang jemaah terpaksa keluar dari tempat berwudhu untuk mencari tempat lain.
Karena sudah mendekati waktu salat, beberapa jemaah terpaksa berwudhu dengan air mineral yang dibagikan panitia sebelum acara berlangsung.
Tidak hanya keluhan matinya air keran untuk berwudhu, jemaah juga kewalahan karena tidak ada petunjuk arah di masjid yang luasnya mencapai 4 hektare lebih tersebut.
"Saya tidak tahu mau kemana, dari tadi hendak keluar tetapi tetap saja tidak ada pintunya, seharusnya ini pakai tanda pengarah," kata Andi salah seorang warga.
(tan)
Komentar Via Facebook :