Dishub Minta Provinsi Cabut Izin Operator Tak Konsisten Layani Trayek di Lingga

Kapal feri MV Arena II (Foto:ist)

Lingga - Tidak berlayarnya kapal feri MV Arena II untuk rute Tanjungpinang-Mensanak-Senayang-Pancur, sejak beberapa bulan terakhir, menjadi perhatian serius Dinas Perhubungan (Dishub) Lingga. Pasalnya, banyak warga mengeluhkan sulitnya keluar daerah akibat tidak beroperasinya kapal tersebut, khususnya warga Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare.

Baca: Kapal Feri TPI-Pancur Tak Lagi Singgahi Mensanak, Warga Kesulitan Keluar Daerah

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Lingga, Selamat turut perihatin atas permasalahan tersebut. Ia mengaku sudah menghubungi pihak operator dan meminta mereka konsisten menjalani trayek yang sudah dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, khusunya trayek di Kabupaten Lingga.

"Kami sudah sampaikan juga ke provinsi untuk menegur operator yang tidak konsisten dalam menjalani trayek mereka. Kalau pun ada permasalahan di dalam keagenan mereka (Arena II), kami tidak mau tahu. Kami minta segera dilayari trayek yang dipegang itu," kata di kepada Batamnews, Jumat (6/9/2019).

Kepala Dishub Lingga, Selamat (Foto:ist)

Ia melanjutkan, provinsi juga harus bertindak tegas dengan cara memanggil operator kapal yang tidak menjalani trayek sebagaimana mestinya. Menurutnya, tidak konsistennya operator dapat mengganggu masyarakat.

"Jika memang operator seperti yang menyinggahi Mensanak ini tidak jalan lagi, kami minta provinsi cabutkan izinnya. Jadi bisa diganti operator-operator yang baru, sekarang operator yang ada ini mau singgah ke Mensanak, mereka tidak mau karena Mensanak masuk trayek Arena II," ujarnya.

Menurut Selamat, jika pun MV Arena II mengalami kerusakan sehingga tidak bisa melayani rutenya di Lingga, pihak operator harus segera mengganti dengan armada baru. Hal ini sudah menjadi konsekuensi bagi masing-masing operator dalam menjalankan kinerjanya.

"Kami dalam beberapa hari ini menunggu jawaban dari operator Arena II ini. Kalau memang tidak ada jawaban juga, kami minta provinsi untuk memanggil operator ini, jika perlu izin trayeknya dicabut dan diganti operator yang ada sekarang seperti MV Gembira," pungkasnya.

Selain itu, ia juga berharap agar pihak provinsi dapat melakukan evaluasi terhadap operator-operator yang tidak konsisten. Sehingga, warga tak menjadi korban dari kelalayan operator tersebut.

(ruz)

SHARE US :
Komentar Via Facebook :