Madu Asli Karimun Punya Nilai Jual Tinggi di Malaysia

Madu Asli Karimun Punya Nilai Jual Tinggi di Malaysia

Madu asal Karimun menjadi komoditi ekspor ke Malaysia. (Foto: Edo/Batamnews)

Karimun - Hasil madu lebah di Kabupaten Karimun mulai menjangkau pasar luar negeri. Madu yang telah berbentuk liquid dikirim ke Malaysia dengan nilai jual tinggi.

Produksi madu dari Karimun ini telah rutin dikirim ke negara tetangga tersebut selama ini. Salah seorang pebisnis sektor ini, Fonda Morinses Prananda mengatakan, dalam sebulan, proses pengiriman tersebut dilakukan sebanyak dua kali.

Madu yang masih orisinil itu laku di pasaran Malaysia. Namun, sebelum melakukan pengiriman madu tersebut, perlu pemeriksaan Stasiun Karantina Tanjungbalai Karimun.

"Saya mengirim madu dalam bentuk liquid, terkadang juga masih lengkap dengan sarang lebahnya. Semuanya tergantung permintaan saja,"kata Fonda.

Tidak hanya Fonda yang melakukan pengiriman madu ke Luar Negri. Menurut data IQFAST Karantina Pertanian Karimun, tercatat tidak lebih dari lima eksportir madu yang berhasil mengirim madu ke luar negeri.

 

Madu asal Karimun.

 

Untuk sekali pengiriman madu ke Malaysia, eksportir bisa menghasilkan Rp 130 juta.

"Ini sudah sekitar dua tahun saya lakoni. Saya biasa mengekspor madu lebah ini 2 kali dalam sebulan ke Malaysia," katanya.

Sementara itu, Dokter hewan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun, Kristiani, mengatakan bahwa sebelum diekspor, madu-madu tersebut terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan karantina.

"Sebelum di ekspor, kami terlebih dahulu memastikan semua produk madu tersebut layak untuk dikonsumsi," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya sangat mendukung ekspor produk pertanian dan peternakan ke pasar internasional. "Kami tetap mendukung," ujarnya.

Produk madu yang diekspor ini kembali diperjualbelikan di pasar Malaysia sebagai minuman herbal, yang dipercaya memiliki khasiat yang cukup baik seperti menjaga stamina tubuh.

(aha)