Identitas Mayat di Pantai Nusantara Singkep Perlahan Terkuak, Diduga ABK Kapal Isap Timah

Identitas Mayat di Pantai Nusantara Singkep Perlahan Terkuak, Diduga ABK Kapal Isap Timah

Mayat manusia yang tinggal tulang belulang di Pantai Nusantara (Foto:ist)

Lingga - Identitas mayat hampir tinggal tulang belulang yang ditemukan di Pantai Nusantara, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (7/8/3019) sore lalu, perlahan mulai terkuak.

Kapolres Lingga, AKBP Joko Adi Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Rangga Primazada mengatakan, berdasarkan data sementara yang didapat pihaknya, mayat tersebut diduga Anak Buah Kapal (ABK) KIP Sungsing 9. Beliau jatuh saat beraktivitas di Perairan Bangka Belitung (Babel), Jumat (19/7/2019) lalu.

"Info sementara mayat itu diketahui bernama Wilay Chaimueangchuan (43), berkewarganegaraan Thailand. Dia ABK KIP Sungsing 9," kata Rangga kepada Batamnews, Jumat (9/8/2019).

Ia menjelaskan, kronologis jatuhnya WNA asal Thailand tersebut ke laut. Rangga mengaku, pertama kali yang mengetahui bahwa korban mengalami kecelakaan ialah Satpam Kapal Sungsing 9, atas nama Mahmuddin.

"Satpam kapal tersebut menerangkan bahwa pada saat itu korban sendirian sedang bekerja dibagian jag primer bagian bawah kapal isap Sungsing 9 pada hari Jumat tanggal 19 Juli 2019 sekitar pukul 15.50 WIB dan tiba-tiba korban terpleset dan jatuh ke laut," ujarnya.

Para ABK yang mengetahui kejadian tersebut sudah berupaya melakukan pencarian dengan perahu pompong, akan tetapi karena air laut keruh akibat tambang korban tidak berhasil ditemukan. Pihak kapal sudah menghubungi pihak Ditpolair Polda Babel, Satpolair Polres Babar, TNI AL, Basarnas Babel, serta ABK KIP Sungsing 9 untuk melakukan pencarian di sekitar perairan Penganak. Tapi korban belum dapat ditemukan.

"Infonya mayat itu dari Babel, kalau dilihat dari celananya sama," katanya.

Namun, pihak kepolisian masih terus menggali informasi tersebut hingga mayat tersebut benar-benar terungkap. "Nanti akan kami kabari lagi jika ada perkembangannya," ucap AKP Rangga.

(ruz)