Gubernur Kepri Kena OTT KPK

Sosok Penyuap Gubernur Kepri di Mata Anggota DPRD Kepri

Sosok Penyuap Gubernur Kepri di Mata Anggota DPRD Kepri

Anggota DPRD Kepri Ruslan Kasbulatov (Foto: Batamnews)

Batam - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Ruslan Kasbulatov mengaku mengenali Abu Bakar (ABK), pelaku yang diduga menyuap Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun. Bahkan ia pernah memiliki hubungan emosional dengan Abu Bakar.

"Saya yang membimbing dia di tahun 2004 lalu, dia dahulu bukan siap-siapa, cuma nelayan tangkap biasa. Saya yakin itu dia," ujar Ruslan kepada batamnews, Jumat (12/7/2019).

Ruslan mengaku mengenal pria tersebut saat ia digiring bersama Gubernur Kepri Nurdin Basirun di KPK. "Saya lihat di TV, dia digiring dan berada di belakang Nurdin Basirun," ujar Ruslan.

Kemudian, Ruslan mengatakan, ia sempat menjadikan pria tersebut sebagai anggota tim suksesnya. "Setelah saya bimbing, dan sempat jadi timses saya, kemudian dia menjadi pembina nelayan di sana (Pulau Panjang)," katanya.

Kemudian, Abu Bakar sempat menjadi Ketua Forum Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bina Batam Madani. "Sampai dia jadi ketua. Saya pernah belikan dia pancung," ujar Ruslan.

Setelah itu, kata Ruslan, ia kehilangan kontak dengan Abu Bakar. Di mata Ruslan, Abu Bakar adalah sosok nelayan yang biasa-biasa saja.

"Saya kehilangan kontak dengan lima tahun belakangan. Saya yakin dia cuma pengantar duit, KPK harus membuka secara terang siapa di balik semua ini," ujar Ruslan.

Ruslan mengaku aktor utama penyuap tersebut bukanlah Abu Bakar. "KPK harus telusuri siapa pengusahanya," ujar Ruslan.

Ruslan mengaku prihatin dengan nasib Abu Bakar. Apalagi Abu Bakar memiliki anak yang masih kecil-kecil. "Miris saya melihatnya, kok bisa begini," ujar dia.

Abu Bakar ditangkap KPK diduga setelah menyuap Nurdin Basirun untuk pengurusan izin reklamasi di Tanjung Piayu, Kota Batam. KPK menyita uang sekitar Rp 156 juta. Selain itu KPK juga menyita uang sekitar Rp 666 juta di dalam sebuah tas.

Sebelumnya KPK menyebutkan Abu Bakar merupakan pihak swasta yang menyuap Gubernur Kepri Nurdin Basirun. 

(snw)